Lhokseumawe, SeputarSumut – Peristiwa kebakaran besar melanda pemukiman warga di Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Jumat malam, 20 Maret 2026. Sebanyak tiga unit rumah berkonstruksi kayu dilaporkan ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 21.00 WIB.
Proses pendinginan di lokasi kejadian hingga kini masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe, Samsul Bahri, mengonfirmasi bahwa pihaknya tetap bersiaga di tempat kejadian perkara guna memastikan api benar-benar padam total setelah api berhasil dikendalikan.
Kabar Daerah: Kebakaran Hebat Hanguskan Tiga Rumah di Mon Geudong Lhokseumawe
Mengenai dampak kerugian materiil, Samsul Bahri menjelaskan kepada media bahwa bangunan yang terbakar tersebut dihuni oleh empat kepala keluarga. Dari pendataan sementara, terdapat total 14 jiwa yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah yang terjadi pada malam hari tersebut.
Terkait pemicu munculnya api, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum bisa memberikan keterangan pasti. Meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini, seluruh harta benda di dalam ketiga rumah tersebut dilaporkan hangus tak tersisa.
“Seluruh isi rumah habis terbakar, namun syukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Samsul saat memberikan keterangan mengenai kondisi pasca-kebakaran.
Langkah penanganan darurat segera diambil dengan melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat. Fokus utama saat ini adalah mendirikan tenda pengungsian darurat yang akan digunakan sebagai lokasi penampungan sementara bagi para keluarga yang terdampak.
Menyikapi musibah ini, Samsul juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Ia menekankan pentingnya sikap mawas diri agar kejadian serupa yang dipicu oleh kelalaian manusia tidak terulang kembali.
Beberapa poin krusial yang diingatkan meliputi pemeriksaan rutin instalasi listrik, pengawasan kompor saat memasak, hingga penggunaan benda pemicu api seperti obat nyamuk bakar secara hati-hati. Masyarakat diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga keamanan lingkungan rumah masing-masing.
“Kami mengimbau warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan dan selalu mengecek kondisi kabel listrik, karena faktor-faktor tersebut seringkali menjadi penyebab utama kebakaran,” pungkasnya.(*/AJNN)


