Banda Aceh, SeputarSumut — Insiden ledakan hebat melanda KMP Aceh Hebat 2 yang sedang dalam posisi bersandar di fasilitas dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Provinsi Aceh pada Jumat (12/6). Peristiwa yang menggemparkan area pelabuhan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.55 WIB, di mana munculnya ledakan kemudian disusul oleh kobaran api di dalam area ruang mesin kapal hingga mengakibatkan sedikitnya 14 orang menderita luka bakar serius dan harus segera dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin demi mendapatkan penanganan medis.
Keterangan mengenai jumlah korban dalam musibah ini disampaikan oleh Kapten Kapal KN Kresna, Supriyadi, yang menyebutkan bahwa angka korban yang terkena dampak luka bakar diestimasikan berada di kisaran 14 orang. Pihaknya mengonfirmasi bahwa sebagian besar dari daftar korban tersebut berstatus sebagai taruna asal Politeknik Pelayaran (Poltekpel) yang tengah melaksanakan program praktik kerja di atas dek kapal tersebut.
Kabar Daerah: KMP Aceh Hebat 2 Meledak di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh 14 Orang Mengalami Luka Bakar
“Korban terbakar berjumlah sekitar 14 orang, mayoritas taruna Poltekpel yang sedang praktik. Semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA),” kata Supriyadi kepada wartawan.
Aksi penyelamatan di lokasi kejadian terpantau ikut melibatkan peranan aktif dari sejumlah anak buah kapal (ABK) KN Kresna yang kebetulan sedang berada di kawasan pelabuhan. Para kru kapal tersebut secara sigap langsung memberikan bantuan dalam proses evakuasi para korban sesaat setelah insiden ledakan terjadi di lapangan. Rangkaian proses pemindahan para korban cedera tersebut dilakukan secara cepat menggunakan armada ambulans agar mereka bisa secepatnya memperoleh perawatan intensif dari tim medis rumah sakit.
Sampai dengan waktu laporan berita ini dipublikasikan, kepastian mengenai faktor pemicu utama yang melandasi terjadinya ledakan serta kebakaran di dalam kamar mesin milik KMP Aceh Hebat 2 tersebut dilaporkan masih berada dalam tahapan proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
“Saat ini kronologis kejadian masih kami tanyakan,” ujar Supriyadi.(*/cnni)

