Jakarta, SeputarSumut — Minuman kopi susu ternyata memiliki khasiat medis yang signifikan di balik popularitasnya sebagai penambah fokus dan energi harian berkat kandungan kafein di dalamnya. Berdasarkan riset ilmiah terbaru, konsumsi kopi yang dicampur dengan susu berpotensi memberikan efek yang jauh lebih kuat dalam meredakan peradangan atau inflamasi di dalam tubuh jika dibandingkan dengan meminum kopi hitam pekat tanpa campuran. Manfaat ganda tersebut dapat tercipta karena adanya interaksi kimiawi yang unik antara senyawa polifenol di dalam biji kopi dengan kandungan protein alami yang terdapat pada susu.
Selama ini masyarakat luas telah mengagumi kopi karena kadar antioksidan alaminya yang tinggi. Namun, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry membuktikan bahwa efektivitas zat pelindung sel tersebut justru meningkat drastis ketika bertemu dengan komponen protein.
Pernik Ragam: Kombinasi Polifenol dan Protein Milk Bikin Efek Kopi Susu Dua Kali Lebih Efektif Redakan Peradangan Tubuh
Khasiat ini terbukti melalui uji laboratorium saat para ilmuwan mengamati respons sel tubuh terhadap kondisi peradangan buatan. Dalam pengujian tersebut, sel-sel dibagi menjadi dua kelompok, di mana kelompok pertama hanya diberikan asupan polifenol murni, sedangkan kelompok kedua menerima kombinasi antara polifenol dan protein berupa asam amino.
“Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi polifenol dan asam amino bekerja dua kali lebih efektif dalam menekan inflamasi. Jika Anda minum kopi dengan campuran susu, efek antiinflamasinya jauh lebih kuat dibanding kopi saja,” kata spesialis reumatologi asal Texas, Dr. Scott Zashin, seperti dikutip dari Prevention.
Mengenai senyawa tersebut, ahli gizi Melissa Mroz-Planells memaparkan bahwa polifenol merupakan senyawa organik nabati yang jamak ditemukan pada kopi, teh, buah beri, serta biji-bijian. Peran utama dari senyawa ini adalah memproteksi sel-sel tubuh dari kerusakan fatal yang dipicu oleh stres oksidatif, yaitu suatu kondisi yang kerap menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit kronis. Ketika protein dari susu dimasukkan ke dalam racikan, molekul protein tersebut akan berperan sebagai ‘asisten’ yang mengoptimalkan kinerja polifenol agar dapat berfungsi lebih maksimal di dalam sel tubuh.
Skema kombinasi nutrisi ini dinilai memiliki kemiripan dengan prinsip diet Mediterania yang kaya akan kandungan polifenol, di mana metode diet ini memang jamak direkomendasikan bagi para penderita radang sendi (arthritis). Di samping lewat campuran susu, efek penguat performa polifenol ini pada dasarnya juga bisa diperoleh dengan cara mengombinasikan makanan yang kaya antioksidan bersama sumber asam amino lainnya, seperti ikan salmon ataupun daging tanpa lemak.
Walaupun temuan ilmiah ini membawa kabar baik bagi dunia kesehatan, para pakar tetap mengingatkan masyarakat luas agar menyikapi hasil studi tersebut secara bijak. Terdapat beberapa poin krusial yang wajib diperhatikan oleh konsumen:
* Masih Uji Laboratorium: Proses pengujian sejauh ini baru terbatas pada level sel di dalam lingkungan laboratorium, sehingga masih memerlukan riset klinis lebih mendalam pada tubuh manusia secara utuh.
* Kopi Hitam Tetap Sehat: Ahli gizi Keri Gans menegaskan bahwa khasiat dari kopi hitam murni pada dasarnya sudah sangat baik bagi kesehatan tubuh karena kaya akan antioksidan alami. Dengan demikian, penambahan susu hanya bersifat sebagai penguat dan bukan menjadi syarat mutlak.
* Bukan Solusi Tunggal: Konsumsi kopi susu tidak dapat dijadikan sebagai tumpuan utama bagi seseorang untuk meraih kehidupan yang sehat.
Oleh karena itu, para ahli gizi tetap memberikan saran kepada masyarakat untuk selalu menerapkan pola makan yang bervariasi serta bergizi seimbang. Selain itu, publik juga diimbau untuk membatasi penggunaan gula maupun pemanis tambahan secara berlebihan pada racikan kopi susu yang dikonsumsi sehari-hari.(*/cnni)


