Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Konflik AS-Iran Memanas dan Rupiah Melemah ke 17.215, Begini Analisis Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin

Oleh Redaksi 15
Senin, 27 April 2026
Foto: ilustrasi uang Rupiah.(Foto:rri)

ilustrasi uang Rupiah.(Foto:rri)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Kondisi ketidakpastian global kembali meningkat tajam menyusul memburuknya hubungan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Kabar mengenai pembatalan pengiriman delegasi AS untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran, ditambah dengan penutupan kembali Selat Hormuz, menjadi sinyal buruk bagi tensi geopolitik dunia yang berdampak langsung pada volatilitas pasar keuangan dan harga komoditas.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, memberikan analisis mendalam terkait situasi terkini di Medan pada Senin, 27 April 2026. Menurutnya, dinamika di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia jenis Brent yang kini menyentuh level 107 dolar AS per barel.

Berita Ekonomi: Konflik AS-Iran Memanas dan Rupiah Melemah ke 17.215, Begini Analisis Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin

Iklan Indako SeputarSumut

Dinamika geopolitik yang berkembang belakangan ini benar-benar memburuk. Gagalnya dialog putaran kedua antara Iran dan AS menciptakan ketidakpastian tinggi. Penutupan Selat Hormuz sejauh ini cenderung menciptakan pola transaksi hit and run di semua pasar yang diperdagangkan, kata Gunawan Benjamin di Medan, Senin (27/4/2026).

Meskipun tensi geopolitik memanas, Gunawan mencatat adanya anomali di bursa saham Asia. Mayoritas bursa di kawasan Asia justru ditransaksikan menguat pada perdagangan pagi ini. Hal ini dipicu oleh sentimen positif dari China, di mana kinerja industri mereka masih mampu membukukan kenaikan profit sebesar 15,5 persen (y-o-y) pada bulan Maret, sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 15,2 persen.

Kondisi ini turut memberikan dampak pada pasar modal dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini tercatat menguat ke level 7.158. Gunawan menilai bahwa untuk saat ini pasar cenderung mengabaikan kegagalan dialog Iran-AS, walaupun kewaspadaan terhadap dinamika Timur Tengah tetap tinggi.

Berita Terkait

Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025

Namun, Gunawan mengingatkan adanya tekanan serius pada mata uang domestik. Nilai tukar Rupiah terpantau kembali mengalami pelemahan dan ditransaksikan di kisaran harga 17.215 per US Dolar. Tekanan ini menjadi perhatian penting di tengah lonjakan harga energi dunia.

Di sisi lain, aset aman atau safe haven seperti emas menunjukkan pergerakan yang signifikan. Harga emas saat ini ditransaksikan menguat ke level 4.700 dolar AS per ons troy, atau jika dikonversi berada di kisaran 2,6 juta rupiah per gram.

Ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia, harga emas sebenarnya masih berada di bawah tekanan. Tekanan tersebut turut berpeluang memicu terjadinya koreksi pada pasar keuangan secara lebih luas, jelas Gunawan Benjamin.

Menutup pernyataannya, Gunawan menekankan bahwa ketidakpastian di Selat Hormuz akan terus menjadi faktor kunci yang menentukan arah pasar ke depan. Selama jalur logistik energi tersebut masih dalam kondisi tidak pasti, para pelaku pasar diprediksi akan tetap bersikap hati-hati dalam mengambil posisi jangka panjang.(Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com