seputar-Batubara | Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) yang dipercaya sebagai konsultan lingkungan ikut dilibatkan bersama empat instansi terkait dalam mewujudkan Batubara Bersih yang diawali dari Tanjung Tiram sebagai daerah yang dicap terkotor di Batubara.
Adapun keempat instansi tersebut yaitu Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup, Dinas perikanan dan Kelautan, Dinas Tenaga Kerja, Perindutrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan. Selain itu turut ikut serta Satpol PP dan Forum Komunikasi Kecamatan yang menyertakan, Camat, Kapolsek dan juga Danramil Tanjung Tiram. Mereka secara bersma bergerak dalam pengendalian dan pengolahan sampah. Dalam aksi lingkungan hidup ini ada dua hal menjadi sasaran yakni mengurangi tonase sampah timbulan rumah tangga dan juga yang terdapat di pasar pada Kecamatan Tanjung Tiram.
Kabar Daerah: KSI dan Sejumlah Stake Holder Gelar Aksi Menuju Batubara Bersih
“Untuk merealisasikan hal ini bukan kerjaan mudah tentunya. Banyak pertimbangan dan juga hambatan mengingat untuk mengurangi timbulan sampah yang ada di pasar butuh langkah tegas terutama mengatur wilayah yang penuh dengan aktifitas, sehingga memerlukan strategi yang tepat dan kerjasama tim yang solid,” kata Founder KSI, Dewi Natadiningrat kepada awak media, Selasa (11/4/2023).
Dewi menjelaskan, pasca melakukan survey dan analisa dengan peninjauan untuk melihat secara langsung lokasi serta kebiasaan masyarakat Tanjung Tiram selama sebulan, akhirnya diputuskan untuk melibatkan sejumlah OPD terkait yang dalam hal ini dimotori Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup.
“Kolaborasi penting dilakukan agar program dan aksi menuju Batubara bersih bisa terwujud,”ujarnya.
Aksi itu pun menurut Dewi telah dilakukan sejak dua pekan lalu atau tepatnya di awal Ramadan. Aksi ini terlebih dahulu dimulai dengan sosialisasi edarling (edukasi sadar lingkungan) baik lewat lisan dan juga tulisan sebagai kekuatan hukum dalam penyelenggaraannya.
“Jadi semua dinas terkait dibantu kecamatan beserta perangkat desa/kelurahan, Polsek dan Danramil turun langsung ke sejumlah lokasi termasuk pasar dan juga tempat tinggal masyarakat untuk mengikuti aturan yang disepakati dalam langkah awal aksi yang kita gelar termasuk pendisiplinan lokasi berjualan agar lebih rapi dan tertata,” ucapnya lagi.
Menurutnya, langkah ini juga diamini oleh Kadis Perkim Lingkungan Hidup, Frans Sahala Siregar. Frans menyebut semua akan berjalan selaras jika kebiasaan masyarakat Tanjung Tiram sebagai daerah pesisir agar lebih peduli dengan lingkungan bisa tumbuh.
“Menyahuti harapan dan keinginan Pak Bupati untuk menciptakan satu generasi yang peduli lingkungan dengan konsep revolusi mentalnya maka langkah awal yang dilakukan adalah dengan sosialisasi lewat aksi,” ujar Frans.
Begitupun Ia tak menampik bahwa semua akan berjalan lurus dengan dukungan fasilitas yang memadai, maka pihaknya telah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan.
“Selain memobilisasi petugas kebersihan yang selalu siap bergerak kita juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas berupa tempat sampah, halte sampah dan tempat pembuangan sampah sementara. Sehingga sampah yang telah terkumpul ditempatkan di satu lokasi yang memadai. Bersama KSI, kami udah membuat strategi dan mekanisme pengendalian sampah yang dimulai dari Kecamatan Tanjung Tiram,” ucapnya.
Saat ini program yang sedang dilaksanakan oleh KSI dan kolaborasi OPD serta pihak terkait dalam menuju Batubara Bersih, salah satunya adalah dengan mengedukasi masyarakat dalam hal pemilahan sampah hingga ke depannya bisa mengubah sampah menjadi pundi uang.
“Dimana harapannya pada suatu hari, Batu Bara dapat mengelola sampah secara profesional dan konsep pembangun ekonomi sirkular dapat terbangun yang secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Camat Tanjung Tiram, Junaidi yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Program. Beliau mengemukakan perlu program berkesinambungan dan yang pastinya harus konsisten.
“Sesuai usulan KSI, rencananya ke depan kami akan membuat Satgas Pengendalian Sampah di Kecamatan Tanjung Tiram yang akan melibatkan banyak pihak baik dari pemerintahan hingga aparatur keamanan dengan menyiapkan konsep yang masih terus dimatangkan, mengingat kecamatan ini adalah barometer kebersihan Kabupaten Batu Bara,” tandas Junaidi.(Siong)


