Rabu, Juli 8, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Laba Toyota Turun 26 Persen, Kok Bisa?

Oleh Redaksi 15
Kamis, 7 November 2024
Foto: Perusahaan mobil Toyota.

Perusahaan mobil Toyota.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Toyota Motor Corp. pada Rabu menyampaikan bahwa laba bersihnya dalam enam bulan hingga September 2024 turun 26,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,91 triliun yen atau sekira Rp196 triliun, terdampak skandal kualitas dan penurunan penjualan di China.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Kyodo pada Rabu, produsen mobil asal Jepang itu menyatakan bahwa laba operasional perusahaan pada paruh pertama tahun fiskal 2024 menurun 3,7 persen menjadi 2,46 triliun yen (sekitar Rp252 triliun).

Berita Ekonomi: Laba Toyota Turun 26 Persen, Kok Bisa?

Iklan Indako SeputarSumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Angka penjualan Toyota selama kurun itu naik 5,9 persen menjadi 23,28 triliun yen (sekitar Rp2,3 kuadriliun) menurut pernyataan perusahaan.

Toyota Motor Corp. masih menghadapi dampak skandal kualitas baru-baru ini.

Mereka mengakui tidak sepenuhnya mematuhi standar pemerintah dalam pengujian kendaraan dan menurunkan proyeksi produksi merek Toyota dan Lexus dalam tahun fiskal ini menjadi 9,7 juta kendaraan dari 10 juta.

Berita Terkait

OJK Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Perbankan BPR DCN Malang ke Jaksa Penuntut Umum

Peningkatan Penumpang KAI Divre I Sumatera Utara Semester I 2026 Tumbuh Lima Persen

Skandal tersebut menyebabkan penghentian produksi beberapa model populer Toyota seperti SUV Yaris Cross, menghentikan sebagian jalur produksi di Jepang, dan menggerus pendapatan grup produsen mobil terbesar di dunia ini.

Di pasar luar negeri, Toyota terus menghadapi tantangan di China, tempat konsumen semakin banyak memilih kendaraan listrik yang lebih terjangkau dari merek lokal daripada yang ditawarkan oleh produsen mobil asal Jepang.

Secara global, Toyota menjual 5,37 juta kendaraan selama periode enam bulan, turun empat persen dengan angka penurunan 12,4 persen di Jepang dan 13,7 persen di China.

Penurunan laba bersih perusahaan juga disebabkan oleh kerugian valuasi pada aset berdenominasi mata uang asing, karena yen pada umumnya lebih kuat pada saat penilaian ulang dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor ini mengurangi laba bersih sebesar 227 miliar yen atau sekitar Rp23 triliun menurut Toyota.

Toyota masih mempertahankan perkiraan pendapatan untuk tahun fiskal yang berakhir Maret tahun depan.

Perusahaan memproyeksikan laba bersihnya selama kurun itu turun 27,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3,57 triliun yen (Rp366 triliun), sementara angka penjualannya diperkirakan tumbuh 2 persen menjadi 46 triliun yen (Rp4,7 kuadriliun).

Penjualan grup untuk tahun bisnis ini, termasuk Hino Motors Ltd. dan Daihatsu Motor Co., sekarang diproyeksikan sebanyak 10,85 juta unit atau turun 100.000 dari proyeksi sebelumnya.

Kepala Keuangan Yoichi Miyazaki dalam konferensi pers menyampaikan rencana perusahaan untuk meningkatkan investasi dan memperbaiki lingkungan kerja.

“Masalah kualitas baru-baru ini telah membuka mata kami terhadap banyak hal yang sebelumnya kami abaikan,” katanya.

“Kami akan meningkatkan investasi dan memperbaiki lingkungan kerja kami,” dia menambahkan.

Miyazaki mengatakan, perusahaan berencana menginvestasikan 830 miliar yen (Rp85 triliun) setiap tahun untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya, termasuk mereka yang bekerja di pemasok dan dealer, serta mempercepat pengembangan teknologi baru. (antara)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Argentina Bungkam Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026 dan Amankan Tiket Perempat Final
  • Film Indonesia Bandit Raih Grand Jury Prize Best Narrative Feature di Festival DWF LA 2026
  • Rekomendasi Tanaman Hias Alami Pembasmi Hawa Panas untuk Mendinginkan Rumah Anda
  • Tujuh Wakil Sumatera Utara Ikuti Safety Riding Camp 2026 di Bekasi untuk Lahirkan Duta Keselamatan Berkendara Nasional
  • Kecelakaan di Jalan Arteri Bandara Kualanamu Mobil Brio Tabrak Betor Bermuatan Delapan Orang
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com