seputar – Medan | Sejumlah warga di kawasan Medan Utara, Kota Medan mengaku resah dan pusing akibat kondisi banjir terjadi di mana-mana.
Tak hanya di kawasan Medan Labuhan dan Marelan, bahkan daerah Mabar, Kecamatan Medan Deli turut dikepung banjir mengakibatkan lumpuhnya aktivitas warga.
Info Medan: Medan Utara Dikepung Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh
Genangan banjir setinggi hampir selutut orang dewasa dinilai sangat menganggu para pengguna jalan kendaraan roda 2 dan 4.
Banjir kembali terjadi atas dampak dari guyuran hujan deras sejak Sabtu (14/9/24) sore hingga Minggu (15/9/2024).
Dari pantauan mistar.id, belum lagi surut banjir semalam kini kembali genangan banjir merendam jalan maupun pemukiman warga, hingga menyulitkan pengguna jalan melintas, dan tak sedikit kendaraan yang mogok.
Terpantau genangan banjir masih tampak masih merendam jalan Simpang Kantor Medan Labuhan, Jalan Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Jalan Rawe dan Bhakti Abri, Kelurahan Besar, Jalan Syahbuddin Yatim dan Jalan Pajak Pagi Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.
Sedangkan di Medan Marelan tampak banjir tak hanya merendam badan jalan, melainkan pemukiman warga dan lahan pertanian. Bahkan di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli genangan banjir menjadi wisata air gratis bagi anak-anak.
Banjir langganan juga tampak di Jalan Pasar 4 Timur Marelan dan dekat SPBU Marelan, mengakibatkan laju kendaraan terpaksa perlahan bahkan mengalami kemacetan.
“Ini sudah menjadi langganan banjir,” ujar Yono (52) warga Pasar 4 Marelan pada mistar.id di tengah genangan banjir.
Banjir juga menyulitkan warga yang memiliki hajatan pesta pernikahan. Selain itu, banjir di Marelan juga tampak di Lingkungan 9 Kelurahan Terjun merendam rumah warga dan sekolah.
Kondisi banjir kerap terjadi akibat tak maksimalnya fungsi drainase. Termasuk masih maraknya pemilik rumah toko (ruko) maupun rumah warga yang menutupi saluran drainase. Ini mengakibatkan drainase tempat dengan sampah sulit dibersihkan , ehingga aliran air tak mengalir normal.
Warga berharap agar Pemko Medan dan jajarannya untuk dapat segera mengantisipasi korban banjir, dengan mendirikan posko, serta memberikan bantuan makanan bagi warga yang terpaksa mengungsi. (mistar)


