Jakarta, SeputarSumut – Reaksi keras langsung datang dari industri hiburan menyusul pengumuman resmi Netflix mengenai rencana akuisisi Warner Bros dengan nilai mencapai $82,7 miliar. Melansir dari Tech Crunch, kesepakatan bernilai fantastis ini dipandang memiliki potensi besar untuk mengubah secara drastis lanskap Hollywood. Bahkan, beberapa pengamat menilai langkah ini sebagai “akhir dari Hollywood” dan diperkirakan akan memberikan dampak besar pada produksi film-film yang dirilis di bioskop.
Penggabungan tersebut mendapat penolakan segera, khususnya dari serikat pekerja seperti Writers Guild of America (WGA). WGA secara tegas menyatakan bahwa akuisisi ini perlu diblokir karena kekhawatiran utamanya adalah penurunan upah, berkurangnya lapangan kerja, memburuknya kondisi kerja, peningkatan harga bagi konsumen, dan penurunan keragaman konten yang tersedia. Serikat pekerja lain, termasuk SAG-AFTRA, juga menyoroti potensi konsekuensi negatif terhadap masa depan industri hiburan, meskipun mereka menyampaikannya dengan nada yang lebih hati-hati.
Kilas Hiburan: Netflix Beli Warner Bros: $82,7 Miliar Guncang Hollywood
Proses akuisisi berlangsung sangat ketat, melibatkan persaingan sengit dengan Paramount dan Comcast. Meskipun Paramount sempat dianggap sebagai pesaing terkuat, pada akhirnya Netflix berhasil muncul sebagai pemenang. Berdasarkan kesepakatan ini, Netflix akan mengambil alih studio film dan TV Warner Bros beserta bisnis streaming-nya, namun divisi jaringan TV Warner Bros. akan tetap beroperasi secara mandiri. Senator Elizabeth Warren bahkan menyebut transaksi ini sebagai “mimpi buruk anti-monopoli,” sementara penyelesaian kesepakatan, yang diperkirakan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026, akan dipantau secara ketat oleh para regulator. Apabila kesepakatan ini dibatalkan, Netflix diwajibkan untuk membayar biaya pemutusan kontrak sebesar $5,8 miliar.
Menanggapi berbagai kekhawatiran, CEO Netflix, Ted Sarandos, memberikan penegasan bahwa kesepakatan ini “pro-konsumen, pro-inovasi, pro-pekerja, pro-kreator, dan pro-pertumbuhan.” Netflix juga menyatakan komitmennya untuk mempertahankan HBO, menjamin bahwa produksi acara Warner Bros akan terus berjalan, dan berupaya menjaga agar merek HBO tetap relevan di mata penonton.
Isu krusial yang kemudian muncul adalah terkait dengan perilisan film di bioskop. Saat ini, film-film Warner Bros sukses besar di box office, berbeda dengan film Netflix yang biasanya hanya mendapatkan penayangan singkat di layar terbatas. Sarandos menjamin bahwa semua film Warner Bros akan terus dirilis di bioskop. Ia juga berjanji akan melakukan penyesuaian pada jendela tayang sehingga penonton dapat mengakses film lebih cepat melalui streaming tanpa mengurangi pengalaman menonton di bioskop.(*/rri)


