Medan, SeputarSumut — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayahnya kembali normal pascagempa bumi bermagnitudo 5,6 Skala Richter yang mengguncang Gayo Lues, Aceh, Rabu (22/7). Penanganan cepat dan pemeriksaan ketat langsung dijalankan guna menjamin keselamatan seluruh penumpang.
Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menerangkan bahwa Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) segera merespons gempa yang terjadi pada pukul 11.18 WIB. Petugas memberikan instruksi kepada seluruh masinis untuk melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) tepat pada pukul 11.20 WIB.
Berita Ekonomi: Operasional Kereta Api Sumut Kembali Normal Pasca Gempa Aceh
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi gempa, kami langsung memberlakukan BLB untuk seluruh perjalanan KA, baik kereta penumpang maupun barang. Pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana segera dilakukan untuk memastikan seluruh lintas benar-benar aman sebelum operasional dilanjutkan,” ujar Anwar di Medan.
Lokasi Pusat Gempa dan Wilayah Terdampak
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berlokasi di 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada kedalaman 10 kilometer serta tidak berpotensi tsunami. Getaran gempa turut dirasakan sebagian warga di Sumatera Utara, terutama di daerah Medan, Deli Serdang, dan Sibolga.
Menanggapi getaran yang terasa di area operasional, KAI Divre I Sumut mengerahkan tim petugas untuk memeriksa seluruh infrastruktur secara mendalam. Proses pengecekan ini meliputi kondisi jalur rel, jembatan, perangkat persinyalan, hingga fisik bangunan stasiun.
Prosedur Keselamatan dan Dampak Perjalanan
Pemeriksaan lapangan membuktikan bahwa guncangan yang terjadi beberapa detik tersebut sama sekali tidak merusak prasarana jalan rel maupun konstruksi stasiun. Seluruh aktivitas pelayanan bagi para penumpang di stasiun juga tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
Pengoperasian kembali perjalanan kereta api secara resmi dibuka pada pukul 12.09 WIB setelah seluruh petak jalan dinyatakan aman dari kerusakan. Pelaksanaan prosedur BLB ini sempat memicu penundaan jadwal pada enam perjalanan kereta api dengan rentang waktu keterlambatan antara 3 hingga 24 menit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan operasional yang tidak bisa ditawar demi memastikan prasarana dalam kondisi prima,” kata Anwar.(Siong)

