Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Orang Tua Tak Setuju Libur Sekolah Selama Ramadan

Oleh Redaksi 15
Rabu, 15 Januari 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pemerintah mewacanakan libur sekolah selama bulan Ramadan. Namun, tak sedikit orang tua yang justru tak setuju pada wacana tersebut.

Puput, seorang ibu sekaligus pekerja lepas (freelancer), bercerita libur sekolah selama bulan Ramadan pernah dialaminya semasa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Waktu itu ia cukup rajin salat subuh, mengikuti ceramah, dan bermain dengan teman.

Lintas Nasional: Orang Tua Tak Setuju Libur Sekolah Selama Ramadan

Iklan Indako SeputarSumut

Hanya saja, ketika aturan ini kembali diberlakukan, ia agak keberatan. Di satu sisi, libur memang memberikan kesempatan anak untuk memahami esensi bulan Ramadan. Namun di sisi lain, libur yang panjang ini tentu jadi tantangan buat orang tua, terlebih yang semuanya bekerja.

“Enggak libur pun bisa jadi ladang edukasi kok. Dengan bersekolah bisa memahami esensi Ramadan juga [bahwa] puasa enggak mesti lemes, enggak aktivitas sama sekali,” kata Puput, Selasa (14/1).

Dia menambahkan, masuk sekolah juga memberikan motivasi buat anak bahwa ia tidak sendirian menjalankan puasa.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera Utara Tidak Berpotensi Tsunami Menurut BMKG

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Senada dengan Puput, Bowo juga tidak setuju dengan wacana libur sekolah selama bulan Ramadan.

Ayah dua anak ini tak memungkiri bahwa libur bisa membuat ibadah anak jadi lebih fokus. Namun, berdasarkan pengalaman pribadi, libur membuat anak tak banyak melakukan kegiatan berarti.

“Anak biasanya tidak melakukan banyak kegiatan selama libur, biasanya hanya di rumah tanpa ada kegiatan berarti,” ujar Bowo.

Selain itu, ia juga mempertanyakan bagaimana cara anak mengejar pelajaran yang seharusnya didapat karena durasi kegiatan belajar-mengajar yang berkurang saat libur Ramadan.

“[Namun] durasi kegiatan belajar di sekolah jadi berkurang, ada pelajaran-pelajaran yang harus dikebut oleh guru terhadap murid setelah libur Ramadan,” kata Bowo dalam wawancara terpisah lewat pesan singkat.

Sementara itu, Angger setuju jika pemerintah menerapkan libur sebulan penuh. Ibu dua anak ini berpendapat selama libur, aktivitas anak lebih terpantau orang tua dan anak lebih fokus dalam kegiatan Ramadan.

Hanya saja, ia juga sadar bahwa ada konsekuensi bisa saja anak justru terlalu banyak kegiatan dan puasanya bisa terganggu. Belum lagi karena kegiatan belajar mengajar diliburkan dan materi pelajaran jadi ketinggalan.

Wacana libur sekolah selama Ramadan kali pertama dicetuskan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Desember 2024. Hal ini memicu pro dan kontra. Hanya saja, hingga kini pemerintah belum ketok palu.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membeberkan tiga skema terkait wacana libur sekolah di bulan Ramadan. Opsi yang diberikan yaitu, libur sebulan penuh, libur di awal dan jelang Ramadan berakhir, dan masuk sekolah seperti biasa.

Melihat opsi ini, Puput merasa opsi untuk libur di awal dan jelang Ramadan berakhir jadi opsi yang lebih baik ketimbang libur sebulan penuh. Libur di awal Ramadan membantu anak beradaptasi sehingga anak tidak kaget menjalani puasa sekaligus bersekolah.

“Pas dekat Lebaran, penting buat libur karena umat Islam mendekati Lebaran atau akhir Ramadan itu kesempatan buat meraih pahala lebih banyak. Saya biasanya memperbanyak salat jamaah tarawih. Ketika saya dan suami tidak ke kantor, kami usahakan tarawih, baca Al-Qur’an. Lalu biar nambah bonding bisa cari takjil bareng, ajak anak bikin kue Lebaran,” terangnya.

Bowo dan Angger pun sepakat dengan libur di awal dan jelang Ramadan berakhir. Anak jadi terbiasa melakukan aktivitas selama puasa. “Jam belajar selama bulan Ramadan juga bisa dikurangi 1 jam,” imbuh Bowo. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
  • Promo Diskon Tiket Kereta Api 20 Persen di Stan KAI Pekan Raya Sumatera Utara 2026
  • Argentina Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Tanjung Verde 3-2
  • Wakil Wali Kota Medan Hadiri Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 Tahun 2026
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com