Asahan, SeputarSumut — Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik pengolahan tahu yang terletak di kawasan permukiman penduduk di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Selasa (26/5/2026) malam. Insiden kebakaran yang melanda tempat usaha ini terjadi tepatnya di Dusun V, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring, sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun kobaran api sempat memicu kepanikan yang luar biasa di kalangan warga setempat.
Objek yang dilaporkan terbakar dalam peristiwa di malam hari tersebut merupakan pabrik pengolahan tahu milik seorang pengusaha bernama Sapari (45), yang diketahui telah mengelola usaha mandiri tersebut selama puluhan tahun. Berdasarkan kronologi di lapangan, titik api pertama kali diidentifikasi oleh warga sekitar yang kemudian bergegas mencari bantuan.
Kabar Daerah: Pabrik Tahu Milik Sapari di Kabupaten Asahan Ludes Terbakar Akibat Sisa Bara Penggorengan
“Kebakaran pertama kali diketahui berdasarkan laporan warga sekitar yang melihat api muncul dari area penggorengan tahu di dalam pabrik. Api diduga berasal dari sisa bara proses penggorengan yang kemudian membesar dan sulit dikendalikan,” kata Humas Pos Hanggar Kisaran, Muhammad Alfaqi, kepada wartawan.
Melihat kobaran api yang terus membesar, warga yang dilanda kepanikan segera mengambil tindakan dengan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Pos Hanggar Kisaran. Tidak membutuhkan waktu lama setelah menerima laporan darurat dari masyarakat, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Guna menjinakkan si jago merah, petugas di lapangan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke area pabrik tahu yang sedang terbakar tersebut. Tim pemadam langsung melakukan lokalisir dan penyemprotan air ke titik-titik api utama di dalam bangunan.
“Upaya pemadaman berlangsung cukup cepat setelah petugas tiba di lokasi, meski api sempat membesar di area pengolahan,” ujarnya.
Mengenai pemicu utama insiden, Muhammad Alfaqi menambahkan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Kendati demikian, dugaan sementara dari pihak berwenang menyebutkan bahwa api berasal dari sisa bara penggorengan tahu yang belum sepenuhnya padam saat operasional pabrik selesai.(*/mst)


