Langkat, SeputarSumut – Insiden tragis menimpa seorang pelajar berinisial WIB (17), warga Dusun VIII Tandem Hilir, Hamparan Perak, Deli Serdang, yang ditemukan tidak bernyawa setelah tenggelam di aliran Sungai Bekulap, Dusun VI Namo Rimas, Desa Minta Kasih, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.
Status korban sebagai pelajar yang berdomisili di wilayah Hamparan Perak, Deli Serdang, telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Kanit Reskrim Polsek Salapian, Iptu B. Sianturi.
Kabar Daerah: Pelajar Deli Serdang Tewas Tenggelam di Langkat
“Penyebab utama korban hanyut adalah karena tidak mahir berenang hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazah saat ini sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman,” jelasnya pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Kronologi kejadian bermula ketika korban beserta teman-temannya melakukan perjalanan wisata dari kediaman mereka menuju Pantai Nada yang berlokasi di Dusun Namo Datok, Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala.
Rombongan tersebut menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor Honda Vario BK 2311 AIZ, di mana korban berangkat dengan dibonceng oleh rekannya yang bernama Adji Wahanda.
“Begitu sampai di lokasi wisata, korban dan teman-temannya memutuskan berjalan kaki menyusuri bagian hulu Sungai Bekulap dengan tujuan mencari titik memancing yang strategis,” tambah Iptu B. Sianturi.
Lokasi memancing tersebut berjarak sekitar 150 meter dari Pantai Nada, tepatnya masuk wilayah Dusun Namo Rimas. Korban bersama seorang saksi bernama Irfan kemudian menyeberangi sungai untuk mencapai titik tersebut.
Aktivitas memancing berakhir sekitar pukul 13.00 WIB, dan seluruh rombongan berniat kembali ke Pantai Nada. Saat proses menyeberangi sungai untuk pulang, korban berada pada posisi paling belakang di barisan rombongan.
Suasana tenang berubah mencekam ketika Irfan melihat korban sudah berada di tengah air sambil melambaikan tangan sebagai isyarat meminta bantuan darurat.
Merespons hal itu, Irfan secara spontan melompat ke dalam aliran sungai untuk menyelamatkan temannya, namun upaya pertolongan tersebut menemui kegagalan.
Bantuan kemudian datang dari seorang pengunjung wisata yang tidak diketahui identitasnya, yang berupaya mendorong tubuh korban hingga berhasil mencapai daratan.
Tindakan pertolongan pertama sempat dilakukan oleh warga sekitar begitu tubuh korban berada di darat, namun korban sama sekali tidak memberikan respons atau tanda-tanda kehidupan.
Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dievakuasi menggunakan mobil pikap menuju Puskesmas Kuala, namun pihak medis menyatakan bahwa nyawa remaja tersebut sudah tidak tertolong.(*/mst)


