seputar-Medan | Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah membuka program sertifikasi halal gratis untuk tahun 2023. Program tersebut dapat diikuti oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) khususnya dibidang makanan dan minuman dengan omset dibawah Rp.500 juta/pertahun dan tanpa ada unsur sembelihan.
“Tahun ini Kemenag ada program 1 juta sertifikat halal se Indonesia bagi pelaku UMK. Pendaftarannya sudah dipermudah bisa dilakukan secara online. Yang kurang mengerti secara online bisa mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing untuk mendapat pendampingan tata cara mendaftar sertifikat halal,” kata Satgas Halal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara, Roma pada acara Media Gathering dan Sosialisasi Makanan Halal di Hokben, Jalan Ring Road, Medan, Kamis (30/3/2023).
Berita Ekonomi: Pelaku UMK Sumut Didorong Manfaatkan Program Gratis Sertifikat Halal
Secara khusus di Sumatera Utara, kata Roma, pihak Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui Satgas halal Kemenag Sumut senantiasa mendorong agar seluruh pelaku UMK di Sumatera Utara memanfaatkan program tersebut.
“Kita dari BPJPH terus mendorong agar pelaku UMK di Sumatera Utara memanfaatkan program sertifikasi halal gratis sebanyak 1 juta ini. Tahun lalu Sumatera Utara dikasih peluang sebanyak 300.000 sertifikat halal gratis tapi yang terserap hanya 435, ini sangat kita sayangkan. Jadi sebelum habis jatahnya diambil oleh Provinsi lain maka sampaikan pada kawan-kawan pelaku usaha rumahan yang lain. Sesuai data yang saya lihat kemarin baru 1.027 UMK dari Provinsi Sumatera Utara yang mendaftar,” ungkap Roma.
Roma mengatakan sertifikasi halal menjadi hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan usaha makanan dan minuman karena akan lebih meyakinkan orang-orang karena telah diaudit meskipun pemilik usaha tersebut non muslim. Jadi yang bisa mendapatkan sertifikat halal itu tidak hanya muslim saja tapi yang non muslim juga bisa mendapatkannya dengan mengikuti prosedur-prosedur produk makanan halal.
“Ini memang menjadi penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan usahanya karena Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam sangat berkepentingan terhadap sertifikasi ini,” ungkapnya.
Untuk itu, dalam rangka mendorong UMK memanfaatkan sertifikasi halal gratis ini, pihak Kementerian Agama bahkan melakukan sosialisasi secara masif. Mereka menyadarkan masyarakat bahwa sertifikasi halal tidak hanya untuk kepentingan secara religi namun juga diyakini akan menunjang peningkatan dunia usaha.
“Ini kan persoalan kesadaran mengenai informasi produk yang kita jual, melainkan bagaimana kemudian para konsumen merasa aman terhadap produk para pelaku UMK,” ujarnya.
Sementara itu, Marketing Publik Relation Hokben, Irma Wulansari mengatakan sertifikat halal menjadi salah satu faktor yang membuat usaha mereka menjadi ramah bagi semua kalangan. Pihaknya selalu memastikan produk yang mereka sajikan merupakan produk-produk sehat, sertifikasi halal juga menurutnya menjadi sebuah kebanggaan sebagai salah satu gerai fast food terbaik di Indonesia.
“Hokben memastikan seluruh produknya sehat dan juga halal. Ini menjadi salah satu kampanye penting dalam menjalankan bisnis usaha kuliner yang kami geluti terutama saat bulan Ramadhan,” pungkasnya.
Di bulan yang penuh berkah ini lanjut Irma, Hokben juga berhasil menambah satu gerai di Sumatera Mal, Rantau Prapat yang akan mulai beroperasional pada tanggal 31 Maret dengan sejumlah promo menarik saat pembukaan.
” Hokben kini semakin mendekatkan diri kepada para konsumennya. Saya mewakili manajemen Hokßen mengucapkan selamat menunaikan ibadah kepada pelanggan setia. Kami harap Bento Ramadan dapat menambah nikmatnya buka puasa bersama orang-orang tersayang,”tutup Irma.(Siong)

