seputar-Medan | Ketua Akuatik Indonesia Sumatera Utara Kabir Bedi angkat bicara perihal tindakan penganiayaan yang dilakukan seorang pelatih renang terhadap guru olahraga waniata yang terjadi di kolam renang Kisaran, Kabupaten Asahan, Jumat (2/8/2024) lalu yang videonya viral di media sosial.
Kabir Bedi menegaskan oknum pria pelatih renang tersebut bukan anggota Akuatik Sumut. Dia juga sangat menyesalkan kejadian tersebut karena sudah mencoreng nama olahraga renang.
Update Olahraga: Pelatih Renang Penganiaya Guru di Asahan Bukan Anggota Akuatik
“Bukan pelatih renang akuatik itu, karena tidak terdaftar dan saya sangat menyesalkan kejadian itu,” ujar Kabir Bedi, Selasa (6/8/2024) di Medan.
Kolam renang, lanjut Kabir Bedi, seharusnya menjadi tempat olahraga yang menyenangkan bagi siapapun. Namun dengan kejadian tersebut olahraga renang menjadi tercoreng.
Untuk itu Kabir Bedi meminta kepada Polres Asahan agar memproses secara hukum kepada pelaku penganiaya tersebut.
Diketahui peristiwa penganiayan yang dilakukan oknum pelatih renang terhadap seorang guru renang wanita bernama Asliani terjadi di salah satu kolam renang di Kisaran, Kabupaten Asahan pada Jumat 2 Agustus 2024 lalu.
Korban ditendang pelaku hingga pingsan dan harus dirawat di rumah sakit. Pelaku berinisial JS sudah diamankan pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan di Polres Asahan. (red)


