Jakarta, SeputarSumut — Pemerintah Inggris mengambil langkah tegas dengan memberlakukan isolasi ketat terhadap warganya yang menjadi penumpang kapal pesiar Belanda, MV Hondius. Kebijakan ini diambil menyusul terdeteksinya kapal tersebut sebagai lokasi awal penyebaran infeksi hantavirus pada tahun 2026.
Pejabat Layanan Kesehatan Nasional (NHS) mengonfirmasi bahwa terdapat sekitar 24 warga Inggris yang akan diterima kembali dari kapal tersebut. Nantinya, seluruh penumpang ini akan ditempatkan di sebuah rumah sakit yang sebelumnya pernah digunakan untuk menangani pasien Covid-19.
Dunia Internasional: Pemerintah Inggris Isolasi 24 Warga Penumpang Kapal MV Hondius Terkait Wabah Hantavirus 2026
“Sesuai dengan saran dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris, setibanya di sana mereka akan dibawa ke tempat yang terkelola untuk uji klinis dan tes,” demikian pernyataan resmi dari NHS England North West dan NHS Cheshire pada Sabtu (9/5).
Berdasarkan laporan AFP, ratusan penumpang beserta awak kapal MV Hondius akan segera dievakuasi dan dipulangkan ke negara asal mereka melalui jalur udara setelah sempat tertahan selama berminggu-minggu di lautan. Dari total hampir 150 orang di atas kapal, 24 di antaranya teridentifikasi sebagai warga negara Inggris. Saat ini posisi mereka masih berada di dalam MV Hondius yang diprediksi akan bersandar di lepas pantai Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (10/5).
Hingga saat ini, dilaporkan belum ada satu pun warga Inggris dari kelompok tersebut yang memperlihatkan gejala klinis akibat hantavirus. Berdasarkan email internal yang diperoleh AFP, ke-24 warga Inggris ini dijadwalkan akan dipindahkan ke Rumah Sakit Arrowe Park yang terletak di wilayah barat laut Wirral. Fasilitas medis tersebut sebelumnya memiliki sejarah sebagai lokasi karantina bagi individu yang kembali dari Wuhan, China, serta kapal pesiar Diamond Princess pada awal masa pandemi Covid-19 tahun 2020.
Situasi di kapal MV Hondius sendiri cukup mengkhawatirkan dengan adanya laporan tiga orang penumpang yang meninggal dunia akibat infeksi hantavirus. Selain itu, sejumlah penumpang lainnya juga dilaporkan jatuh sakit dan diduga kuat telah terpapar virus yang sama.
Hantavirus dikenal sebagai kelompok virus zoonosis yang memiliki kemampuan menular dari hewan ke manusia, dengan tikus atau hewan pengerat lainnya sebagai pembawa utama. Infeksi ini dapat memicu penyakit serius dengan gejala yang bervariasi tergantung pada jenis virusnya.
Adapun jenis hantavirus yang ditemukan dalam kasus penyebaran di kapal ini adalah virus Andes, jenis yang umum dijumpai di kawasan Amerika Selatan. Virus Andes diketahui dapat memicu infeksi paru-paru yang sangat parah atau Sindrom Paru Hantavirus, sebuah kondisi medis yang dapat memburuk dalam waktu singkat dan sangat berisiko mengancam nyawa.(*/cnni)


