seputar-Medan | Anggota DPRD Medan Edi Saputra ST meminta Pemko Medan untuk mengembalikan fungsi Pusat Industri Kecil (PIK) Kota Medan menjadi tempat produksi UMKM seperti semula. Namun saat ini hampir 75 persen dari puluhan ruko yang ada PIK berubah fungsi menjadi rumah tinggal.
Hal ini disampaikankannya, Senin (14/5/2024) menanggapi laporan Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (Formas-PP) bahwa PIK di Jalan Rahmad, Kelurahan Medan Tenggara (Menteng), Kecamatan Medan Denai saat ini hanya tersisa beberapa ruko saja yang masih memproduksi sepatu, tas, dan baju, sementara selebihnya berubah menjadi rumah tinggal sebagaimana dilansir katakaba.com.
Info Medan: Pemko Medan Diminta Kembalikan Fungsi PIK sebagai Tempat UMKM
Fakta mengejutkan lainnya adalah hilangnya plang PIK yang biasanya terpasang di pintu masuk, yang bersebelahan dengan Kantor Badan Nasional Penangguangan Bencana (BPBD) Kota Medan, dan warga setempat melaporkan bahwa plang tersebut dicuri.
Dengan itu, Pemerintah Kota Medan dituduh melemahkan pengawasan atas fungsi Komplek PIK, yang semestinya difungsikan sebagai tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Anggota DPRD Medan, Edi Saputra, menilai bahwa lemahnya pengawasan dari pihak Pemko Medan dan adanya oknum yang menjual perumahan di Komplek PIK menyebabkan terjadinya alih fungsi tersebut. Ia meminta dinas terkait untuk menertibkan dan mengembalikan fungsi PIK Kota Medan seperti sebelumnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen masyarakat dan pemerintah untuk mendukung UMKM. Dibutuhkan keterlibatan dari hulu hingga hilir secara utuh untuk mendukung perkembangan UMKM.
Alih fungsi ini, kata Sekretaris Fraksi PAN DPRD Medan ini sangat mengkhawatirkan bagi beberapa pengrajin sepatu dan tas. Bahkan Dinas Pariwisata Kota Medan yang dulunya sering mengunjungi lokasi PIK tidak pernah lagi datang ke sana. Sejauh ini, program PIK Kota Medan hanya menjadi jargon belaka dan tidak berjalan secara efektif.
“Bagaimana bisa bahannya disubsidi seperti di Jawa, di mana bahan dan tenaga kerja UMKM dibantu oleh pemerintah setempat sehingga nilai jualnya bisa murah? Produk lokal sekarang kalah bersaing dengan barang dari luar yang bahkan lebih mahal tetapi memiliki kualitas yang lebih baik,” ujar Edi.
Peran pemerintah menurutnya sangat penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut, sehingga harga dan kualitas produk lokal bisa bersaing. “Namun sejumlah pelaku UMKM yang masih memproduksi usaha di lokasi PIK merasa miris dengan kondisinya yang semakin memburuk,” ungkap Edi. (red)


