Toba, SeputarSumut — Upaya pencarian terhadap Cristopher mahasiswa Unika yang dilaporkan tenggelam di objek wisata Air Terjun Situmurun Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba Sumatera Utara masih terus diupayakan hingga hari ketiga pada Senin 13 April 2026.
Tim gabungan pada hari ini memperkuat operasi pencarian dengan mengerahkan alat pendeteksi tubuh manusia untuk melacak keberadaan korban di bawah air. Personel Basarnas telah memulai tindakan penyelaman di sekitar lokasi kejadian sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Kabar Daerah: Pencarian Mahasiswa Unika Tenggelam di Air Terjun Situmurun Toba Masuki Hari Ketiga
Plt Kasi Humas Polres Toba Ipda Khairudin memberikan konfirmasi mengenai dimulainya kembali penyisiran di perairan tersebut pada Senin 13 April 2026. Ia menyebutkan bahwa ini merupakan pencarian hari ketiga dan tim sudah bergerak sejak pagi dengan harapan besar korban dapat segera ditemukan hari ini.
Mengenai kendala yang dihadapi Khairudin menjelaskan bahwa pada dua hari sebelumnya tim Basarnas sebenarnya sudah melakukan penyelaman hingga kedalaman 40 meter. Namun faktor cuaca yang tidak bersahabat di lokasi kejadian menjadi penghambat utama dalam proses evakuasi tersebut.
Kondisi langit yang mendung menurutnya mengakibatkan jarak pandang di dalam air menjadi sangat terbatas bagi para penyelam. Selain kendala teknis tersebut Khairudin menuturkan bahwa upaya secara spiritual juga telah ditempuh oleh pihak terkait agar titik lokasi tenggelamnya korban dapat segera terdeteksi.
Berdasarkan kronologi kejadian peristiwa naas yang menimpa Christoper tersebut terjadi pada Sabtu 11 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB siang. Saat itu korban datang berwisata ke lokasi bersama rombongan kampus yang terdiri dari 59 rekan mahasiswa serta seorang pendamping Romo R.D Ngadiono menggunakan Kapal Penumpang KM Sibole Bole 01 Silima Lombu.
Sesampainya di destinasi tujuan Christoper beserta teman temannya langsung memutuskan untuk berenang di area sekitar jatuhan Air Terjun Situmurun. Naas sekitar 20 menit berselang korban diduga mengalami kram pada bagian kaki yang menyebabkannya perlahan tenggelam ke dasar air.
Khairuddin pada Minggu 12 April 2026 memaparkan bahwa rekan korban yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan cepat. Mereka bergegas mengambil pelampung dari kapal dan berenang menuju posisi korban namun sayangnya tubuh mahasiswa tersebut sudah tidak terlihat lagi di permukaan.(*/mst)


