Jakarta, SeputarSumut — Aksi penembakan berdarah melanda kawasan kompleks masjid Islamic Center of San Diego yang terletak di California, Amerika Serikat, pada Senin (18/5). Peristiwa mencekam tersebut mengakibatkan tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Pihak kepolisian setempat langsung bergerak melakukan penanganan di area tempat ibadah tersebut sesaat setelah menerima laporan mengenai adanya rentetan tembakan.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, memberikan konfirmasi bahwa tragedi penembakan ini berlangsung pada hari Senin sekitar pukul 11.43 waktu setempat. Insiden maut tersebut meletus hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan ibadah salat dzuhur dimulai di masjid tersebut.
Dunia Internasional: Penembakan di Masjid Islamic Center San Diego California Tewaskan Tiga Orang
Otoritas kepolisian terdekat pertama kali mendapatkan panggilan darurat melalui saluran 911 tepat pada waktu insiden terjadi. Pasukan pengamanan kemudian berhasil sampai di lokasi kejadian perkara dalam waktu empat menit setelah panggilan darurat tersebut masuk ke sistem mereka.
Berdasarkan pemaparan dari Wahl, tiga korban jiwa sudah dalam kondisi tidak bernyawa sewaktu aparat kepolisian menginjakkan kaki di area masjid. Selain itu, petugas juga mendapati dua orang yang diduga sebagai pelaku penembakan ditemukan telah tewas di dalam sebuah kendaraan roda empat, yang terparkir beberapa blok dari posisi kompleks tempat ibadah.
Pihak kepolisian pimpinan Wahl melayangkan dugaan sementara bahwa para terduga eksekutor tersebut mengakhiri hidup mereka sendiri. Kedua tersangka disinyalir meninggal dunia akibat luka tembak yang mereka lepaskan sendiri ke tubuh masing-masing.
“Tidak ada petugas yang terlibat dalam penembakan. Namun, masih sangat dini untuk disimpulkan saat ini. Tapi itulah yang kami yakini,” kata Wahl, seperti dikutip CNN.
Aparat keamanan mengidentifikasi bahwa kedua pelaku penembakan tersebut masing-masing masih berusia remaja, yaitu 19 tahun dan 17 tahun. Merujuk pada hasil analisis awal di lapangan, kepolisian menaruh dugaan kuat bahwa motif di balik aksi penyerangan brutal ini dilandasi oleh faktor kejahatan kebencian atau hate crime.
Hingga saat ini, jajaran kepolisian San Diego masih terus menggulirkan proses penyelidikan mendalam guna mengungkap seluruh fakta dan kronologi pasti di balik insiden penembakan tersebut.
Reaksi keras langsung datang dari pihak pengelola tempat ibadah, di mana Direktur San Diego Islamic Center Imam Taha Hassane mengutuk dengan tegas tragedi penyerangan bersenjata ini.
“Sangatlah keterlaluan menargetkan tempat ibadah,” ujarnya.
Sikap atas insiden ini juga datang dari pucuk pimpinan pemerintahan Amerika Serikat, di mana Presiden AS Donald Trump turut memberikan pernyataan resmi dan menyebut kejadian ini sebagai sebuah situasi yang mengerikan.
“Saya sudah menerima sejumlah pembaruan awal, tetapi kami akan meninjaunya kembali dengan sangat serius,” kata Trump kepada wartawan.
Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom dilaporkan sudah mendapatkan laporan terperinci mengenai dugaan aksi serangan bersenjata yang menyasar komunitas muslim tersebut, sebagaimana disampaikan secara tertulis oleh kantor pers resminya.
“Kami berterima kasih kepada para petugas pertama di lokasi yang bekerja melindungi masyarakat dan mengimbau semua orang mengikuti arahan otoritas setempat,” demikian pernyataan di X.(*/cnni)


