Medan, SeputarSumut — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara bersama Kepolisian Daerah Sumatera Utara memperkuat kerja sama sinergis demi menjamin kelancaran pasokan energi bagi publik. Langkah kolaboratif tersebut diwujudkan secara nyata lewat dukungan pengamanan dan pengawalan armada mobil tangki bahan bakar minyak.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan jalur penyaluran komoditas energi tersebut di Kota Medan dan area sekitarnya. Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan dukungan kepolisian memiliki kontribusi besar untuk menjamin keamanan dan ketepatan waktu pengiriman logistik ke setiap SPBU.
Berita Ekonomi: Pertamina Patra Niaga dan Polda Sumut Perkuat Pengawalan Distribusi BBM
“Kami mengapresiasi dukungan penuh Polda Sumatera Utara yang terus bersinergi bersama Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Pengamanan dan pengawalan yang diberikan membantu mempercepat proses penyaluran sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” ungkap Fahrougi.
Aparat kepolisian bertugas melakukan pengawalan armada angkutan di jalan raya sekaligus menempatkan personel keamanan di lokasi lembaga penyalur demi menjamin proses distribusi yang tertib. Manajemen komunikasi intensif juga terus dibangun bersama jajaran kepolisian di tingkat wilayah untuk mempertahankan mutu pelayanan publik.
Komitmen Pengamanan dan Ketahanan Energi Daerah
Kepala Biro Operasi Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Dr. Dwi Tunggal Jaladri, S.H., S.I.K., M.Hum., menegaskan kesiapan jajarannya dalam menyokong aspek keamanan rantai pasok energi bagi masyarakat luas.
“Polda Sumatera Utara berkomitmen mendukung kelancaran distribusi energi melalui pengamanan dan pengawalan agar penyaluran BBM berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami akan terus bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga situasi tetap kondusif sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” kata Dwi Tunggal Jaladri.
Di samping menggandeng aparat penegak hukum, pihak BUMN energi ini memaksimalkan sejumlah strategi operasional internal secara mandiri. Langkah tersebut meliputi pengoperasian fasilitas Integrated Terminal Medan Group sepanjang 24 jam penuh serta perekrutan armada tambahan melalui mekanisme spot charter.
Pertamina juga memperkuat kesiapan awak mobil tangki serta mengatur optimalisasi pasokan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe. Rangkaian tindakan terukur ini membuat operasional pangkalan logistik Medan Group kembali berjalan stabil dan pengiriman BBM ke seluruh SPBU terlaksana secara teratur.
Manajemen memastikan volume cadangan bahan bakar di wilayah Sumatra Utara berada pada level aman disertai monitoring berkala. Pertamina memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas instansi bersama kepolisian, pemerintah daerah, hingga Hiswana Migas guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan energi berkelanjutan.(Siong)

