Jakarta, SeputarSumut — Ketegangan di perairan internasional meningkat setelah pesawat tempur milik Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan aksi penembakan guna melumpuhkan kemudi sebuah kapal tanker minyak asal Iran. Langkah militer ini diambil lantaran kapal tersebut dianggap mencoba menerobos blokade yang saat ini tengah diterapkan oleh otoritas Washington.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM memberikan laporan resmi pada Rabu (6/5) bahwa kapal M/T Hasna yang mengibarkan bendera Iran telah melanggar aturan blokade. Pelanggaran tersebut terjadi saat kapal tanker itu berupaya melakukan pelayaran menuju salah satu pelabuhan di Iran melalui perairan internasional di kawasan Teluk Oman.
Dunia Internasional: Pesawat Tempur Amerika Serikat Tembak Kapal Tanker Iran M/T Hasna di Teluk Oman
Pihak pasukan Amerika Serikat mengklaim telah memberikan peringatan awal kepada kapal M/T Hasna terkait pelanggaran blokade tersebut. Namun, peringatan itu tidak diindahkan oleh pihak kapal, sehingga memaksa militer Amerika Serikat untuk melakukan tindakan ofensif yang terukur guna menghentikan laju kapal.
“Setelah awak Hasna gagal mematuhi peringatan berulang, pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 20mm milik pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincoln (CVN 72). Hasna tidak lagi transit ke Iran,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh CENTCOM melalui platform media sosial X pada Rabu (6/5).
CENTCOM kembali menegaskan bahwa kebijakan blokade terhadap jalur perairan yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di Iran masih terus diberlakukan secara ketat sejak dimulai pada 13 April lalu. Lembaga militer tersebut menyatakan bahwa pasukan mereka akan tetap bertindak secara cermat serta profesional dalam memastikan seluruh pihak mematuhi aturan blokade tersebut.
“Pasukan CENTCOM terus bertindak dengan cermat dan profesional untuk memastikan kepatuhan,” tutur pihak CENTCOM dalam pernyataan penutupnya.
Tindakan keras Amerika Serikat terhadap kapal M/T Hasna tersebut memicu respons balasan yang sangat serius dari pihak Iran. Pada Kamis (7/5), militer Iran melancarkan serangan menggunakan berbagai alutsista mulai dari rudal, drone, hingga pengerahan kapal-kapal kecil yang ditujukan kepada tiga unit kapal perusak milik Amerika Serikat yang berada di Selat Hormuz.
Pihak otoritas bersenjata Iran berargumen bahwa penargetan terhadap kapal tanker Hasna merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Situasi ini pun memicu aksi balasan lanjutan dari Washington yang kemudian mengincar sejumlah fasilitas strategis milik Iran.
Serangan balasan dari pihak Amerika Serikat dilaporkan menyasar pusat-pusat intelijen, lokasi komando dan kendali, serta area peluncuran rudal dan drone milik Iran. Di sisi lain, juru bicara militer Iran mengklaim bahwa serangan udara dari Amerika Serikat juga menghantam beberapa wilayah sipil yang terletak di sepanjang pantai Pulau Qeshm, Sirik, hingga Bandar Khamir.(*/cnni)


