Lhokseumawe, SeputarSumut — Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Selasa, 5 Mei 2026. Insiden ini mengakibatkan puluhan hunian warga yang mayoritas berkonstruksi kayu dan semi permanen ludes dilalap si jago merah.
Dalam upaya menjinakkan kobaran api, seluruh armada pemadam kebakaran dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman ini juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk pengerahan mobil water canon milik Polres Lhokseumawe, armada penyiraman dari DLHK, serta kendaraan pengisian air milik PMI Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Kabar Daerah: Puluhan Rumah di Gampong Jawa Lama Lhokseumawe Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A Haris, turun langsung meninjau lokasi musibah untuk melihat keadaan warga yang terdampak. Ia memberikan keterangan mengenai skala kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut.
“Tadi kita sudah keliling dan melihat kondisi warga, berdasarkan data sementara sekitar 25 rumah yang ludes terbakar, dan hingga saat ini proses pemadaman masih dilakukan,” kata A Haris kepada AJNN.
Hingga berita ini diturunkan, api dilaporkan masih menjalar di pemukiman tersebut. A Haris menyampaikan harapannya agar situasi dapat segera terkendali dan api bisa secepatnya dipadamkan oleh petugas di lapangan.
Mengenai penyebab awal kejadian, Sekretaris Daerah tersebut mengungkapkan bahwa indikasi sementara mengarah pada masalah kelistrikan. Faktor alam dan letak geografis juga mempercepat penyebaran si jago merah.
A. Haris menyebutkan pemicu api untuk sementara diduga akibat korsleting listrik. Api cepat membesar lantaran rumah berdekatan dengan pesisir laut, angin kencang serta ditambah cuaca sangat panas.
Proses pemadaman menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi lingkungan yang cukup sulit dijangkau kendaraan besar. Ruas jalan yang sempit serta padatnya hunian penduduk menjadi hambatan utama bagi petugas dalam menjangkau titik api. Meskipun kerugian materiil diperkirakan cukup besar, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Sebagai langkah penanganan pasca-kebakaran, Pemerintah Kota Lhokseumawe berencana menyediakan hunian darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Kita akan koordinasikan dengan pihak desa nantinya, jika didirikan tenda, dimana akan ditempatkan, karena daerah tersebut tempat padat penduduk,” sebutnya.
Selain penyediaan tempat berteduh, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan masa panik yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang para korban. A Haris juga mengimbau rasa solidaritas dari kerabat korban untuk membantu meringankan beban mereka sementara waktu.
“Kita juga berharap jika memang ada saudaranya yang terdampak dan menjadi korban kebakaran, mohon ditampung dulu, karena kalau tinggal di tenda dengan kondisi seperti ini sangat disayangkan juga,” imbuhnya.(*/AJNN)

