Medan, SeputarSumut — Rekor tertinggi volume pengguna jasa kereta api di wilayah Sumatera Utara berhasil dipecahkan pada masa libur sekolah tahun ini. Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I SU), hari Minggu (28/6) resmi menjadi puncak kepadatan penumpang dengan total keseluruhan mencapai 10.379 pelanggan yang melakukan perjalanan dalam kurun waktu satu hari.
Lonjakan drastis jumlah pengguna jasa tersebut dikonfirmasi langsung oleh Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Ia memaparkan bahwa kuantitas tersebut mencerminkan peningkatan yang sangat signifikan, karena mampu menembus angka 112 persen dari total kapasitas daya tampung tempat duduk yang dialokasikan sebanyak 9.228 kursi.
Berita Ekonomi: Puncak Kepadatan Libur Sekolah KAI Divre I Sumatera Utara Catat Rekor 10.379 Penumpang dalam Sehari
“Dalam sekali perjalanannya, KA Sribilah Fakultatif relasi Stasiun Rantauprapat menuju Stasiun Medan menjadi kereta api yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Sumatera Utara. Sebanyak 710 pelanggan memanfaatkan perjalanan KA tersebut untuk menuju sejumlah destinasi,” ujar Anwar di Medan, Senin 29 Juni 2026.
Lebih lanjut Anwar menguraikan, keterisian sebanyak 710 pelanggan pada operasional KA Sribilah Fakultatif tersebut ekuivalen dengan 134 persen dari batas kuota kapasitas yang disediakan sebanyak 530 tempat duduk. Ketertarikan yang sangat tinggi dari publik ini ternyata tidak hanya terfokus pada rute tersebut saja. Data internal mencatat, sebanyak 15 jadwal perjalanan KA lainnya di area operasional Divre I Sumatera Utara juga sukses membukukan tingkat okupansi penuh hingga menyentuh 100 persen.
“Dengan tingkat keterisian yang cukup tinggi untuk masing-masing KA yang beroperasi di Sumatera Utara, menunjukkan banyak masyarakat mempercayakan perjalanannya menggunakan kereta api meskipun untuk bepergian jarak dekat,” tambahnya.
Dampak domino yang positif bagi urat nadi perekonomian di wilayah Sumatera Utara turut terstimulasi oleh kenaikan volume penumpang secara masif ini. Moda transportasi kereta api kini dinilai telah bertransformasi menjadi motor penggerak roda ekonomi daerah, melebihi fungsi dasarnya yang selama ini hanya dikenal sebagai sarana mobilitas bagi masyarakat.
Geliat aktivitas pergerakan masyarakat yang berpusat di stasiun-stasiun secara otomatis ikut menghidupkan ekosistem pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memasarkan produk lokal di wilayah sekitar stasiun. Di samping itu, sistem integrasi antarmoda yang kian matang di area stasiun memberikan kemudahan akses bagi para penumpang untuk meneruskan perjalanan mereka memakai moda angkutan lanjutan, seperti armada taksi, angkutan kota, hingga layanan ojek daring. Kemudahan dari sisi aksesibilitas inilah yang memicu perputaran roda ekonomi berjalan lebih cepat, efisien, serta tersebar merata mulai dari area pusat kota hingga menjangkau kawasan wilayah penyangga.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan besar masyarakat Sumatera Utara yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. KAI Divre I Sumut berkomitmen untuk terus konsisten menjaga standar pelayanan prima dan keselamatan perjalanan, sehingga momentum liburan ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh pelanggan,” pungkas Anwar.(Siong)


