Jakarta, SeputarSumut — Keberanian sebuah negara dalam menghadapi sekaligus menuntaskan berbagai persoalan menjadi faktor penentu keberhasilan bangsa tersebut. Penegasan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto yang menilai bahwa setiap tantangan yang muncul harus diakui secara jujur dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.
Kepala Negara berpandangan bahwa kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh adanya budaya yang terbuka terhadap masukan maupun kritik. Oleh karena itu, pihak pemerintah dinilai tidak boleh menutup-nutupi bermacam kekurangan yang ada atau justru menghindari masalah yang sedang terjadi.
Lintas Nasional: Presiden Prabowo Subianto Menegaskan Keberanian Menghadapi Persoalan Menjadi Kunci Keberhasilan Negara
“Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” katanya saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.
Dalam agenda kebangsaan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan kepastian bahwa bermacam poin usulan yang telah diutarakan oleh para peserta sarasehan bakal dikaji lebih mendalam. Pihak pemerintah memegang komitmen penuh untuk merealisasikan masukan-masukan yang dipandang membawa dampak positif bagi pembenahan sistem tata kelola pemerintahan.
“Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan,” ujarnya.
Pemikiran tersebut menurut Presiden didapatkan dari akumulasi bermacam masukan serta pengalaman yang ia peroleh sepanjang waktu ini. Dirinya menggarisbawahi bahwa sebuah negara maupun organisasi yang meraih kesuksesan merupakan pihak yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi masalah secara objektif.
“Ini saya dapat dari banyak masukan. Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar agar komitmen dalam menuntaskan hambatan ini dapat semakin diperkokoh pada pelbagai lini sektor pembangunan. Strategi tersebut dipandang sangat krusial demi mengakselerasi tingkat kemajuan negara Indonesia sewaktu berhadapan dengan aneka dinamika tantangan global yang terus bergulir.(*/rri)


