Jakarta, SeputarSumut – Karya sinematik yang paling ditunggu, Film ‘Frankenstein’ garapan sutradara peraih Oscar, Guillermo del Toro, resmi hadir di platform streaming Netflix pada Jumat, 7 November 2025. Rilisan ini membangkitkan kembali kisah klasik yang ditulis oleh Mary Shelley dengan sentuhan visual gothic yang megah dan atmosfer mencekam.
Sebelum penayangan global di layanan streaming, ‘Frankenstein’ sempat menggelar pemutaran terbatas. Pemutaran di sejumlah bioskop tersebut dilakukan khusus agar para penonton bisa menikmati pengalaman sinematik penuh dan detail dari visual yang kaya dan atmosfer mencekam yang disajikan.
Kilas Hiburan: Review Frankenstein: Kisah Klasik Mary Shelley Tayang di Netflix Hari Ini
Film ini menampilkan jajaran aktor ternama. Oscar Isaac didapuk memerankan ilmuwan obsesif Victor Frankenstein, sementara aktor muda Jacob Elordi berperan sebagai makhluk ciptaan Victor yang akrab disebut ‘The Creature.’
Daftar pemeran juga diramaikan oleh kehadiran Mia Goth sebagai Elizabeth, kekasih Victor. Selain itu, Christoph Waltz, Charles Dance, dan Ralph Ineson turut memperkuat dan melengkapi jalannya cerita.
Alur ceritanya berpusat pada Victor Frankenstein, seorang ilmuwan muda yang memiliki obsesi ekstrem untuk menciptakan kehidupan dari kematian. Obsesi tersebut berhasil ia wujudkan dengan menghidupkan makhluk ciptaannya, namun keberhasilan ini justru berubah menjadi kutukan yang menjerat kehidupan Victor sendiri.
Makhluk yang ia bangkitkan tersebut tidak memiliki pemahaman akan arti keberadaannya. Ia terlahir di dunia yang secara brutal menolak wujudnya dan hanya mengenalnya sebagai monster yang menakutkan.
Konflik batin antara pencipta dan ciptaannya muncul ketika rasa penolakan dan kesepian yang terakumulasi mendorong sang makhluk untuk mencari keadilan serta arti hidup bagi dirinya. Konflik ini secara mendalam menggambarkan pertarungan abadi antara tanggung jawab moral, cinta, dan keserakahan yang dimiliki manusia.
Guillermo del Toro bertindak sebagai penulis skenario sekaligus sutradara untuk film ini, menggunakan pendekatan emosional dan visual yang luar biasa. Dilansir dari iHorror, Del Toro menyebut karyanya ini lebih dari sekadar kisah horor. Ia memaknai ‘Frankenstein’ sebagai refleksi tentang kesendirian, kehilangan, dan batas-batas moral kemanusiaan.
Film ‘Frankenstein’ memiliki durasi sekitar dua setengah jam dan diperkuat oleh musik dari Alexandre Desplat yang berhasil mendramatisasi setiap adegan kunci. Secara keseluruhan, film ini sukses menghidupkan kembali kisah klasik yang sudah melegenda dengan cara yang baru dan menyentuh.(*/rri)


