Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ekonomi

Risiko Rendah, Investor Pasar Modal Bisa Investasi Obligasi

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 15 Juli 2023
Foto: Risiko Rendah, Investor Pasar Modal Bisa Investasi Obligasi
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Dunia investasi di pasar modal tidak hanya berupa saham saja. Ada beragam produk atau instrumen investasi. Beberapa di antaranya adalah obligasi korporasi dan obligasi pemerintah. Para investor di pasar modal bisa berinvestasi pada dua instrumen ini. Obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan swasta, BUMD, atau BUMN, sedangkan obligasi pemerintah diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, M Pintor Nasution mengatakan, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel, dan obligasi dengan prinsip syariah. Sementara itu, obligasi pemerintah terbagi atas obligasi dengan kupon tetap (seri FR – Fixed Rate), obligasi dengan kupon variabel (seri VR – Variable Rate), dan obligasi dengan prinsip syariah atau Sukuk Negara.

Berita Ekonomi: Risiko Rendah, Investor Pasar Modal Bisa Investasi Obligasi

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

“Investor bisa membeli obligasi korporasi dan obligasi pemerintah di pasar perdana maupun di pasar sekunder,” kata Pintor di Medan, Jum’at (14/07/2023).

Pintor menjelaskan, jika investor berencana menjual instrumen investasi ini sebelum jatuh tempo, bisa di pasar sekunder, atau di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui perantara perusahaan sekuritas atau market maker bank yang menjadi agen penjual (dealer).

Menurutnya, obligasi dikenal sebagai salah satu instrumen investasi dengan risiko yang rendah. Meskipun return yang dihasilkan tidak setinggi investasi high risk seperti saham. karenanya, masih banyak investor yang tertarik dengan obligasi karena faktor risiko untuk mengimbangi investasi saham.

Berita Terkait

KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026

Jajaran Manajemen Pertamina Patra Niaga Laksanakan Management Walkthrough Guna Pastikan Keandalan Energi di Sumatera Barat

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

“Secara definisi, berdasarkan beleid Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan,”ungkap Pintor.

Dikatakannya, mayoritas pembeli obligasi korporasi dan obligasi pemerintah adalah investor institusi seperti manajer investasi yang mengelola reksa dana pendapatan tetap atau discretionary fund, dana pensiun, perusahaan asuransi, dan institusi lain. Karena nilai nominal pembelian obligasi korporasi dan obligasi pemerintah umumnya besar, tergantung kebijakan tiap perusahaan sekuritas atau dealer.

“Begitupun terdapat obligasi ritel atau Sukuk Ritel (SUN syariah) yang bisa dibeli dengan nilai nominal yang lebih kecil, yang diperuntukkan khusus bagi investor individu,”sebut Pintor.

Lebih jauh Pintor mengungkapkan, pihak yang menerbitkan efek atau obligasi harus membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi. Keunggulan obligasi terletak pada nilai investasi yang stabil dan risiko yang rendah. Sehingga investasi ini sangat cocok untuk investor dengan profil konservatif yang tidak mau menerima risiko yang besar.

Adapun empat keuntungan jika investor membeli obligasi, yaitu:

  1. Mendapatkan kupon yang memiliki potensi nilai lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito.
  2. Selain mendapatkan kupon, investor juga bisa memperjualbelikan obligasi yang dimiliki di pasar sekunder untuk mendapatkan capital gain.
  3. Risiko yang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan saham.
  4. Terdapat banyak pilihan seri obligasi yang dapat dibeli di pasar sekunder.

Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia ini dijamin dalam Undang-Undang No.24 tahun 2022 Tentang Surat Utang Negara. Dalam Undang–Undang disebutkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia menjamin pembayaran bunga dan pokoknya sesuai dengan masa berlakunya.

Di sisi lain, obligasi korporasi memiliki peringkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah. Obligasi korporasi bergantung pada kinerja penerbit obligasi yang indikatornya terlihat pada rating perusahaan.

“Salah satu syarat perusahaan menerbitkan obligasi harus menyampaikan rating perusahaan yang diperoleh dari lembaga rating yang tercatat di OJK,”papar Pintor.

Rating ini imbuh Pintor, menjadi pertimbangan investor dalam membeli obligasi. Tentu saja, semakin tinggi rating perusahaan, semakin rendah imbal hasil atau kupon bunga yang dibagikan perusahaan kepada investor. Sebaliknya, semakin rendah rating obligasi, semakin tinggi kupon bunga yang dibagikan, untuk menoleransi risiko investasi yang lebih tinggi pula.

Jika disimpulkan, obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi merupakan salah satu investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga, dibandingkan dengan saham.(Siong)

Tags: BEIOJKPasar Modal
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
  • KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026
  • Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Tanda Tangani MoU Jejaring Pengampuan Mata dengan RS Mata Cicendo
  • Lionel Messi Jadi Pesepakbola Individu Pertama yang Raih Penghargaan Putri Asturias
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.