seputar-Medan | Keluarga Besar Cinta Kasih 88 menggelar bakti sosial pembagian 150 paket Imlek dan angpau kepada etnis Tionghoa kurang mampu yang berada di delapan wilayah di Provinsi Sumatera Utara.
Dengan menghadirkan Dewa Rejeki (Chai Sen) untuk berbagi kebahagian, pembagian paket Imlek kepada etnis Tionghoa yang sebentar lagi akan merayakan Sincia tersebut dipusatkan di Vihara Gunung Timur Sakti, Jalan Asia Mega Mas, Gang Sepur Minggu (08/01/2023).
Info Medan: Sambut Tahun Kelinci, Keluarga Besar Cinta Kasih 88 Salurkan 150 Paket Imlek dan Angpau

“Tahun ini kami Keluarga Besar Cinta Kasih 88 membagikan paket Imlek sebanyak 150 paket ditambah angpau yang diberikan oleh 20 keluarga kepada etnis Tionghoa kurang mampu yang berdomisili di kampung Lalang, Sunggal, Titipapan, Belawan, Labuhan, Pantai Cermin, Pantai Labu dan Lubuk Pakam,” kata Ketua Umum Keluarga Besar Cinta Kasih 88, Eric Winata didampingi Ketua Walubi Provinsi Sumatera Utara, Brilian Moktar SE MM bersama istri.
Eric merinci adapun paket Imlek yang diberikan yaitu: beras,kaos minyak goreng, gula, manisan buah, mie instan, sirup, kue baku hingga barang pecah belah.
” Semoga warga pinggiran etnis Tionghoa bisa ikut berbahagia menyongsong Tahun Kelinci bersama keluarga seperti warga lainnya,” ucap Eric Winata.
Menurutnya bakti sosial keluarga Besar Cinta Kasih 88 di setiap Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) rutin dilakukan tanpa memandang ras suku dan agama. “Bagi kami semuanya sama rata tak ada perbedaan. Baru-baru ini kami juga membagikan paket Natal kepada anak-anak di sejumlah Panti Asuhan,” ungkap Eric sembari mengucapkan terimakasih kepada sejumlah donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Selain Brilian Moktar kegiatan pembagian paket Imlek yang berlangsung sukses tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus Keluarga Besar Cinta Kasih 88 diantaranya: Ketua Sosial Aliong Salim, Humas Halim Yunus, Ketua Vihara Gunung Timur Sakti dan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Brilian Moktar mengapresiasi Keluarga Besar Cinta Kasih 88 yang menggelar bakti sosial pembagian paket Imlek kepada etnis Tionghoa keluarga kurang mampu di sejumlah daerah Provinsi Sumatera Utara.
“Ini sangat luar biasa, mereka mampu mendata mana keluarga yang sangat membutuhkan. Isi paketnya juga sudah melebihi. Mudah-mudahan keseluruhan isi paket Imlek bisa benar-benar dimanfaatkan oleh mereka yang menerimanya. Saya ucapkan terimakasih kepada Ketua Umum Eric Winata dan Keluarga Besar Cinta Kasih 88, apalagi saya sudah beberapa kali mengikuti bakti sosial di vihara ini,” ucap mantan Anggota DPRD Sumut ini.
Brilian menambahkan, andai saja ada satu orang mampu membantu satu orang susah di Indonesia maka niscaya bakal tidak ada orang miskin lagi di Negara ini.
“Saya dari dulu sudah menginginkan hal seperti ini terjadi. Semoga ini bisa menjadi satu pembelajaran bagi kita semua,” sebut Brilian.
Begitupun kata Brilian, sampai saat ini dirinya masih banyak juga menemukan orang-orang yang nongkrong dengan fisik yang masih terlihat sehat duduk di pinggir Jalan Asia dan tempat lainnya tanpa melakukan hal positif apapun.
“Orang-orang seperti ini yang akan menjadi pemalas. Ada istilah membantu belum tentu membantu, tidak bantu belum tentu tidak bantu. Jadi ini tugas pemerintah kita bagaimana cara mengembalikan mental mereka yang suka menjadi peminta-peminta,” tandas Brilian Moktar.
Untuk itu, Brilian Moktar berharap, Satpol PP dan Trantib kiranya dapat mengesekusi orang-orang pemalas seperti ini yang setiap hari duduk nongkrong dan menjadi peminta-peminta di sekitar wilayah Medan Area dan Medan Kota.
“Saya rasa Satpol PP juga mengetahui hal seperti ini, kita juga sudah ada Perda Gepeng, orang-orang tuna wisma juga harus ditertibkan. Perda sudah diketok harusnya dilaksanakan. Pemerintah daerah harus betul-betul menuntaskan hal seperti ini karena landasan hukum Perda sudah ada. Jika perlu kita kerja sama dengan pihak ketiga jika Pemerintah Daerah tak ada uang,”tutur Brilian Moktar.
Dalam menyongsong tahun kelinci, Brilian menyatakan, setiap orang tentunya memiliki sejumlah harapan yang baik terlepas itu tahun tikus, tahun kelinci dan tahun lainnya. Yang jelas kita harus punya motivasi diri yang kuat bahwa keyakinan sustainable hidup itu harus kita lakukan dengan semnagat pantang menyerah,” tutup Brilian. (Siong)

