Lhokseumawe, SeputarSumut -;Musibah kebakaran melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Kuta Makmur yang berlokasi di Desa Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada Jumat sore, 23 Januari 2026. Insiden yang terjadi secara mendadak tersebut mengakibatkan sedikitnya lima ruangan di lingkungan sekolah ludes dilalap api.
Kasi Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarasi, mewakili Kapolres AKBP Ahzan, memberikan keterangan bahwa peristiwa kebakaran tersebut mulai berkobar sekitar pukul 16.30 WIB.
Kabar Daerah: SDN 5 Kuta Makmur Aceh Utara Kebakaran
“Berdasarkan informasi dari pesuruh sekolah yang menjadi saksi, pada pukul 16.00 WIB dirinya baru saja menuntaskan pembersihan di ruang kelas serta kantor guru sebelum akhirnya kembali ke kediamannya yang terletak tepat di sebelah sekolah,” ungkap Salman kepada media.
Kepanikan mulai terjadi sekitar tiga puluh menit kemudian ketika saksi mata melihat adanya kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari bagian atap ruang guru. Tanpa membuang waktu, saksi langsung melaporkan kejadian itu kepada petugas piket Polsek Kuta Makmur dan menghubungi layanan pemadam kebakaran.
Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 16.50 WIB setelah tiga unit armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sampai di tempat kejadian. Meskipun si jago merah baru bisa dijinakkan pada pukul 17.35 WIB, kondisi bangunan sudah terlanjur hangus dan rusak berat.
“Sebanyak lima unit bangunan dilaporkan habis terbakar, yang mencakup satu ruang perpustakaan, satu ruang guru, serta tiga unit ruang kelas,” tambah Salman merinci kerusakan bangunan.
Beruntung tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam tragedi ini, namun seluruh perlengkapan kantor serta dokumen-dokumen penting milik sekolah tidak berhasil diselamatkan dari kobaran api. Estimasi kerugian materiil akibat musibah kebakaran ini ditaksir mencapai angka Rp 650 juta.
Pemicu utama kebakaran diduga kuat berasal dari adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada meteran yang terpasang di depan ruang perpustakaan. Percikan api dari meteran listrik tersebut diduga menyambar material kayu di sekelilingnya, sehingga api meluas dengan sangat cepat ke struktur bangunan lainnya.
“Kami memberikan imbauan tegas kepada pihak pengelola sekolah untuk senantiasa memastikan seluruh aliran listrik sudah dalam kondisi mati saat meninggalkan ruangan, demi meminimalisir risiko kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya.(*/ajnn)


