Tebing Tinggi, SeputarSumut – Insiden maut yang melibatkan mobil Avanza dan rangkaian kereta api di Lingkungan III, Kelurahan Tebing Tinggi, Kota Tebing Tinggi, kini tercatat menelan sembilan korban jiwa hingga Rabu (21/1/2026) malam pukul 18.30 WIB.
Kombes Firman Darmansyah selaku Dirlantas Polda Sumut mengonfirmasi bahwa korban kesembilan yang meninggal dunia adalah pengemudi mobil Avanza tersebut setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Kabar Daerah: Sembilan Orang Tewas Akibat Tabrakan Avanza-KAI
“Data terbaru menunjukkan delapan orang tewas di lokasi kejadian, sementara sopir mobil dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah dievakuasi ke rumah sakit,” tutur Firman pada Rabu (21/1/2026).
Firman juga menjelaskan bahwa seluruh korban meninggal merupakan rombongan asal Kota Medan yang sedang melakukan perjalanan menuju Tebing Tinggi, dan saat ini semua jenazah telah dipulangkan ke Medan.
Lokasi peristiwa tragis ini diketahui berada di perlintasan kereta api yang tidak memiliki pengaman. “Berdasarkan hasil pengecekan langsung di area kecelakaan, kami memang tidak menemukan adanya palang pintu perlintasan,” tambahnya.
Seluruh korban kecelakaan mobil Avanza dan kereta api yang terjadi di Kecamatan Padang Hilir pada Rabu kemarin tersebut telah selesai menjalani proses pemakaman pada Kamis (22/1/2026) hari ini.
Menurut keterangan Juliadi, Kepala Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, terdapat empat jenazah yang dimakamkan di wilayahnya dan mereka semua diketahui masih merupakan satu ikatan keluarga.
“Siang ini kami memakamkan empat jenazah di Deli Tua, dua korban lainnya dimakamkan di Tanjung Morawa, dan tiga jenazah sisa merupakan warga dari Medan Marelan,” jelas Juliadi saat berada di rumah duka.
Sangat menyedihkan, dari empat korban yang berasal dari Deli Tua tersebut, Juliadi menyebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah seorang balita yang masih berusia empat tahun.
Rasa syok juga dirasakan oleh warga sekitar, salah satunya Santi (32), yang mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar duka mengenai kecelakaan rombongan keluarga tersebut.
“Kejadian ini sangat memilukan karena menimpa satu keluarga besar. Kerabat yang ditinggalkan merasa sangat terpukul dan lemas saat menerima kabar tragis ini,” ungkap Santi.
Pihak kepolisian melalui Kombes Pol Firman Darmansyah kembali menegaskan bahwa berdasarkan olah TKP, tidak adanya fasilitas keamanan perlintasan menjadi faktor penting dalam kecelakaan ini.
“Konfirmasi dari lapangan kembali memperkuat bahwa memang tidak tersedia palang kereta api di titik lokasi kejadian tersebut,” pungkasnya.(*/mst)


