Jakarta, SeputarSumut — Kecaman keras datang dari Senator Amerika Serikat Jeff Merkley yang meluapkan kemarahannya terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Reaksi emosional tersebut dipicu oleh aksi Ben Gvir yang mengejek para relawan armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang mengalami penyiksaan saat berada di Pelabuhan Ashdod, Israel.
Kritik tajam tersebut disampaikan oleh Merkley melalui sebuah unggahan di platform media sosial X pada Rabu (20/5) malam.
Dunia Internasional: Senator AS hingga Netanyahu Kecam Ben Gvir Usai Ejek Relawan GSF yang Disiksa Israel
“Perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan ini menjijikkan dan tidak manusiawi,” kata Merkley.
Dia kemudian berujar, “Ketika kita melihat gambar-gambar Gaza, komunitas yang hancur dan keluarga-keluarga yang putus as, kita tahu mengapa orang-orang terpanggil untuk bertindak.”
Langkah serupa juga diambil oleh Senator Chris Van Hollen yang ikut melayangkan kritik pedas atas perlakuan menteri Israel tersebut kepada para aktivis kemanusiaan. Van Hollen bahkan menyatakan bahwa menteri sayap kanan tersebut semestinya sudah mendapatkan sanksi dari pihak Amerika Serikat sejak lama.
“Beginilah cara Menteri Keamanan Nasional Ben-Gvir memperlakukan tahanan ketika dia tahu kamera sedang merekam – belum lagi apa yang terjadi pada warga Palestina di balik pintu tertutup,” ungkap Hollen, dikutip Anadolu Agency.
“Perilaku ini menjijikkan,” imbuh dia.
Sebagai informasi, Merkley dan Hollen dikenal sebagai dua figur senator Amerika Serikat yang paling vokal dalam memberikan dukungan kepada Palestina sekaligus memprotes keras kebijakan militer Israel.
Gelombang protes dari kedua politisi senior AS ini mengemuka setelah Ben Gvir membagikan sebuah rekaman video yang memperlihatkan dirinya tengah mengolok-olok para aktivis pro-Palestina di Pelabuhan Ashdod. Dalam visual tersebut, para relawan tampak dalam kondisi tangan terikat ke belakang menggunakan tali dan dipaksa untuk berlutut setelah sebelumnya diringkus oleh aparat militer Israel di wilayah perairan internasional.
Tindakan kontroversial Ben Gvir tidak hanya memicu kemarahan dari luar negeri, melainkan juga memanen kecaman hebat di internal pemerintahan Israel sendiri, termasuk dari pihak Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Netanyahu secara resmi menyatakan bahwa perilaku yang dipertontonkan oleh Ben Gvir sama sekali tidak merepresentasikan sikap negara Israel.
Di samping itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar turut memberikan penilaian negatif dengan menyebut Ben Gvir telah dengan sengaja mendatangkan kerugian bagi negara lewat sebuah pertunjukan yang ia nilai memalukan.
“Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lain,” kata Sa’ar di X.
Insiden ini bermula dari tindakan pasukan militer Israel yang menyerang sekaligus menghadang laju armada kapal kemanusiaan GSF di perairan internasional selama kurun waktu beberapa hari belakangan. Dalam operasi penyerangan tersebut, pihak Israel menahan ratusan orang relawan, termasuk di dalamnya sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang turut serta dalam pelayaran misi kemanusiaan guna menerobos blokade ketat Israel.(*/cnni)


