Jakarta, SeputarSumut — Kehidupan personal sastrawan besar William Shakespeare diangkat ke layar lebar melalui film ‘Hamnet’ yang menyajikan narasi emosional tentang kehilangan. Berdasarkan informasi dari IMDb pada Selasa (3/3/2026), film ini menyoroti bagaimana sang pujangga dan istrinya berjuang melewati masa kelam setelah kematian putra mereka, Hamnet.
Di bawah arahan sutradara pemenang Oscar, Chloé Zhao, film ini menampilkan akting memukau dari Jessie Buckley dan Paul Mescal sebagai pemeran utama. Fokus utama cerita ini sengaja membawa penonton mengintip sisi manusiawi dan kehidupan domestik Shakespeare yang selama ini jarang terekspos di panggung teater.
Kilas Hiburan: Sinopsis Film ‘Hamnet’: Kisah Duka di Balik Karya Legendaris William Shakespeare
Latar cerita dimulai di Stratford, Inggris, dengan sebuah fakta menarik bahwa nama “Hamnet” dan “Hamlet” pada masa itu dianggap identik secara fonetik. Penonton diajak mengenal karakter Agnes, istri Shakespeare, yang digambarkan sebagai wanita dengan ikatan kuat terhadap alam serta memiliki keahlian khusus dalam pengobatan herbal.
Keseharian Agnes sering kali dihabiskan di dalam hutan, di mana ia meramu tanaman obat sembari berinteraksi dengan elang peliharaannya. Di sisi lain, sosok William muda dikisahkan sedang meniti karier sebagai guru privat demi menyokong kondisi finansial keluarganya yang terjerat utang.
Benih-benih cinta yang penuh gairah mulai tumbuh saat William bertemu dengan Agnes, di mana imajinasi keduanya saling bertautan. Dalam sebuah momen, Agnes bahkan sempat meramalkan masa depan suaminya yang gemilang serta kehadiran dua buah hati yang akan mewarnai hidup mereka.
Konsekuensi dari hubungan tersebut membawa Agnes pada situasi kehamilan yang membuatnya sempat dikucilkan oleh pihak keluarga. Meski demikian, keduanya memutuskan untuk menikah dan memulai lembaran baru sebagai bagian dari keluarga besar Shakespeare.
Keinginan William untuk mengejar mimpi di dunia seni peran semakin menguat setelah kelahiran putri pertama mereka yang diberi nama Susanna. Berkat dorongan dan dukungan penuh dari Agnes, William akhirnya memutuskan berangkat ke London untuk membangun reputasi dan karier di panggung teater.
Situasi di Stratford menjadi penuh ketegangan dan dibumbui takhayul keluarga saat Agnes melahirkan anak kembar mereka, Hamnet dan Judith. Sementara William mulai mencicipi kesuksesan besar di ibu kota, anak-anaknya tumbuh besar dengan jalinan ikatan batin yang sangat erat satu sama lain.
Potret kedekatan Hamnet dan Judith ditunjukkan melalui aksi jenaka mereka yang sering bertukar pakaian untuk mengelabui orang-orang di rumah. Agnes pun menaruh harapan besar pada masa depan Hamnet, yang memiliki ambisi kuat untuk mengikuti jejak ayahnya di dunia pertunjukan.
Keharmonisan keluarga tersebut seketika runtuh saat wabah pes yang mematikan mulai menyebar luas di daratan Inggris. Di saat William sedang berada jauh di London, penyakit mengerikan itu sampai ke Stratford dan mulai menjangkiti kesehatan Judith.
Dalam suasana yang mencekam, Hamnet berusaha keras menghibur kembarannya dengan menceritakan dongeng tentang roh elang pelindung. Namun, sebuah peristiwa tragis yang tak terelakkan akhirnya terjadi, menghancurkan fondasi keluarga Shakespeare dan mengubah total hubungan antara William dan Agnes.
Bayang-bayang duka atas kepergian putra mereka terus menyelimuti urusan rumah tangga hingga proses kreatif William sebagai penulis. Kesedihan yang mendalam itulah yang kemudian ia transformasikan ke dalam naskah panggung, yang kelak diakui sebagai salah satu karya sastra paling fenomenal dalam sejarah literatur Inggris.(*/rri)


