Jakarta, SeputarSumut — Mengusung genre aksi fiksi ilmiah, film terbaru bertajuk ‘War Machine’ resmi menyapa penonton pada tahun 2026 di bawah arahan sutradara Patrick Hughes. Selain menyutradarai, Hughes juga berperan sebagai produser sekaligus penulis naskah untuk film yang menampilkan deretan aktor ternama seperti Alan Ritchson, Dennis Quaid, Stephan James, Jai Courtney, Esai Morales, Keiynan Lonsdale, hingga Daniel Webber, sebagaimana dilansir dari laman IMDb.
Sejak dirilis di platform streaming Netflix pada 6 Maret 2026, film ini langsung menarik perhatian dengan narasi yang berfokus pada seorang Sersan Staf yang identitas namanya dirahasiakan. Alur cerita dimulai saat ia ditugaskan ke Afghanistan dengan misi membantu konvoi unit saudaranya yang tengah terjebak akibat mengalami kerusakan teknis.
Kilas Hiburan: Sinopsis Film ‘War Machine’ 2026: Aksi Alan Ritchson Melawan Invasi Mesin Luar Angkasa
Tragedi besar melanda ketika kelompok militan Taliban melancarkan serangan mendadak yang menghabisi seluruh anggota konvoi, menyisakan sang Sersan Staf sebagai satu-satunya penyintas. Meski harus menderita cedera lutut yang serius dan kehilangan saudara laki-lakinya dalam insiden berdarah tersebut, ia tetap dianugerahi medali Silver Star sebagai bentuk penghormatan atas keberanian luar biasa yang ditunjukkannya di medan perang.
Lompatan waktu dua tahun kemudian memperlihatkan sang Sersan Staf yang kini telah bergabung dengan 75th Ranger Regiment dan dikenal melalui nomor kandidat 81. Walaupun menunjukkan performa fisik dan taktis yang jauh melampaui standar selama masa pelatihan, ia justru memilih untuk bersikap tertutup terhadap rekan-rekannya serta secara tegas menolak tanggung jawab sebagai pemimpin tim.
Ketegangan mencapai puncaknya saat tim 81 menjalani latihan simulasi terakhir di sebuah hutan dengan misi utama menghancurkan sebuah pesawat rahasia. Di tengah lebatnya pepohonan, mereka secara tidak sengaja menemukan sebuah objek misterius yang ternyata merupakan mesin tempur berjalan yang berasal dari luar angkasa.
Mesin luar angkasa tersebut mulai bertindak agresif dengan menyerang seluruh anggota tim hingga menelan banyak korban jiwa serta menjadi ancaman nyata bagi keselamatan bumi. Berbekal kecerdikan dan nyali yang besar, kandidat 81 berhasil memancing monster logam tersebut ke sebuah lokasi konstruksi dan menghancurkannya melalui ledakan strategis pada sistem ventilasi mesin tersebut.
Namun, kemenangan tersebut hanyalah awal dari peperangan yang lebih besar karena mesin tersebut terbukti merupakan bagian dari armada pasukan alien yang tengah menginvasi seluruh penjuru planet. Menyadari kapasitas kepemimpinannya, ia kemudian secara resmi diterima ke dalam resimen dan langsung diberi mandat untuk memimpin serangan balasan terhadap gelombang mesin-mesin berikutnya.(*/rri)


