Medan, SeputarSumut — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, mengaku merasakan resonansi yang luar biasa saat menyaksikan penampilan Raja Borbor Frequency, sebuah grup instrumental musik etnik yang dipimpin Sintong BM Pasaribu. Pertunjukan ini menampilkan genderang sisibah yang ditabuh dengan penuh semangat, berpadu dengan alat musik etnik lainnya. Menurut Sofyan Tan, perpaduan ini menciptakan irama khas yang indah dan memukau, layaknya harmoni dalam keberagaman.
Sofyan Tan menyampaikan hal tersebut saat menjadi keynote speaker dalam acara Semarak Budaya yang diselenggarakan Komisi X DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Acara ini berlangsung di Teras RKI, Jalan Sembada No. 260, Medan Selayang, Medan, pada Selasa (12/8), dengan tema “Etnis Pakpak, Workshop Genderang Sisibah”.
Info Medan: Sofyan Tan Promosikan Budaya Pakpak Lewat Pertunjukan Genderang Sisibah
Dalam sambutannya, Sofyan Tan menuturkan bahwa banyak falsafah kehidupan yang bisa diangkat dari kebudayaan Pakpak, khususnya melalui alat musik tradisional mereka. Namun, ia menyayangkan budaya ini sering kali tenggelam dalam acara kebudayaan karena komunitasnya tidak sebesar etnis lain di Sumatera Utara.
Untuk itu, ia menggagas acara Semarak Budaya ini demi mengangkat dan mengembangkan kembali budaya Pakpak. Sofyan Tan juga mengusulkan agar genderang sisibah diikutsertakan dalam acara kebudayaan besar. Selain itu, ia akan mengusulkan agar sanggar musik instrumental Sintong BM Pasaribu mendapat bantuan dari Kementerian Kebudayaan untuk peremajaan alat musik dan pengembangan regenerasi.
”Saya terharu menyaksikan bagaimana cara mereka memainkan alat musiknya. Genderang sisibah memukau dalam harmoni keberagaman,” ujar Sofyan Tan.
Hadir dalam acara tersebut Niko Sitohang selaku perwakilan Rumah Karya Indonesia, narasumber Sintong Bripo Markus Pasaribu, S.Sn, serta para penggiat seni dan kebudayaan.
Dalam kesempatan itu, Sintong Pasaribu menyampaikan apresiasinya kepada Sofyan Tan atas kepeduliannya terhadap kelompok kreatif kecil. Ia juga mengundang Sofyan Tan untuk berkunjung ke Sanggar Nina Nola di Desa Sukarame, Pakpak Bharat, tempat ia belajar dan mendalami seni instrumental Pakpak.
Sebagai penampilan pamungkas, Sintong dan Raja Borbor Frequency membawakan lagu Pakpak berjudul Mreleng Tendi yang diiringi genderang sisibah. Lagu tersebut memiliki makna menyatukan roh ke dalam badan agar setiap aktivitas keseharian lebih punya makna.(Siong)

