Rabu, Juli 22, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Medan

Sofyan Tan: Teater Memberi Pesan Moral yang Kuat

Penonton disuguhi pertunjukan 2 ibu 1 mimpi

Oleh Redaksi 15
Minggu, 20 Juli 2025
Foto: Sofyan Tan saat menjadi keynote speaker dalam Semarak Budaya.(Ist)

Sofyan Tan saat menjadi keynote speaker dalam Semarak Budaya.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut – Ranggini Krisna memulai adegan dengan mereportase laporan kejadian. Disusul monolog dari Dedek Wanti yang bersuara lantang mengungkapkan lelahnya sebagai seorang pembantu rumah tangga.

Keduanya bertemu dalam satu adegan menceritakan dukanya sebagai seorang perempuan yang bekerja dengan penuh resiko dan air mata, serta harus meninggalkan keluarga. Diujung pertunjukan, keduanya menutup dengan pertanyaan yang terus berulang dalam ekspresi yang mengundang empati.

Info Medan: Sofyan Tan: Teater Memberi Pesan Moral yang Kuat

Iklan Indako SeputarSumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

“Apakah anak-anak ku sayang pada ku?” ujar keduanya berulang-ulang sambil menatap ke arah penonton, seakan ingin mengajak untuk meratap bersama.

Demikian salah satu adegan teater yang dipertunjukkan dalam Semarak Budaya bertemakan Workshop Teater Berbasis Cerita Rakyat di Teater Rumah Mata, Jln Sei Siguti, Medan, Sabtu (19/7). Acara yang terselenggara berkat kolaborasi program Komisi X DPR RI dengan Kementerian Kebudayaan tersebut berhasil membuat peserta ikut larut dalam seni pertunjukan.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan mengatakan teater adalah kesenian budaya yang dijadikan sebagai media penyampai pesan moral yang kuat. Pesan-pesan yang disampaikan biasa berupa kritik atas kondisi sosial yang ada dengan dirangkai beragam kisah menarik seperti folklor atau cerita rakyat.

Berita Terkait

Ratusan Komunitas Sambut Kemeriahan Vario Evo 160 Night Ride Medan

Airin Rico Waas Tekankan Peran Pengasuh Anak Usia Dini

“Teater itu adalah media yang dapat menyampaikan pesan moral yang kuat. Mengajarkan kita untuk berpikir kritis dan berempati dengan kondisi permasalahan hari ini,” ujar Sofyan Tan saat menjadi keynote speaker dalam Semarak Budaya.

Teater juga sering dijadikan sarana penyampai pesan untuk mengkritik pemerintah atau menyindir kondisi sosial. Seperti adegan teater yang baru dipersembahkan, sesungguhnya menceritakan tentang dua ibu yang rela berkorban demi anaknya untuk bekerja di luar dengan penuh resiko dan harus jauh dari keluarga atau terpisah dengan anak-anaknya. Pesan moralnya adalah, apakah anak-anaknya paham dengan kondisi itu atau malah semakin tak sayang pada ibunya.

Untuk itu Sofyan Tan berharap dengan kegiatan tersebut, dapat memantik anak-anak muda mencintai seni teater. Agar punya perasaan yang halus, penuh empati dan kritis dalam berekspresi. Sehingga kebudayaan bangsa bisa lebih maju dan unggul.

Ketua Teater Rumah Mata Agus Susilo dalam pemaparannya menyebutkan setiap manusia adalah makhluk teater atau disebut homo theatricus. Karena sejak lahir setiap manusia pertama kali umumnya menangis. Sedangkan menangis adalah salah satu ekspresi dalam teater.

Hanya saja lanjutnya, seiring berjalannya waktu, manusia lupa bahwa ia adalah makhluk teater. Karena ada rutinitas kehidupan, kesibukan pekerjaan mengejar materi, membuat manusia disesatkan dengan kesejatian dirinya.

Untuk membuktikannya, dia pun secara interaktif mengajak semua peserta untuk bermain teater yang spontan. Memeragakan beberapa ekspresi dan gerak yang ada dalam teater hingga semua peserta larut dalam seni adegan.(Siong)

Tags: Sofyan Tan
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Ratusan Komunitas Sambut Kemeriahan Vario Evo 160 Night Ride Medan
  • BI Pertahankan Suku Bunga Utama 5,75 Persen dan Perluas Insentif Likuiditas
  • Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,635 Juta Per Gram
  • Honda Rekrut David Alonso untuk Musim MotoGP 2027
  • Rumah Warga di Pematangsiantar Ludes Terbakar Diduga Korsleting Listrik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com