Asahan, SeputarSumut – Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Sribilah Utama dengan sebuah truk pelangsir sawit terjadi di Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Selasa (27/1/2026) kira-kira pukul 10.30 WIB, yang mengakibatkan sang sopir meninggal dunia.
Petugas berwenang saat ini masih melakukan pendataan terhadap identitas pengemudi truk yang menjadi korban jiwa tersebut. Insiden tragis ini bermula saat kereta api rute Rantauprapat menuju Medan tersebut menghantam truk yang tengah menyeberangi jalur kereta tanpa palang pintu.
Kabar Daerah: Sopir Truk Tewas Ditabrak KA Sribilah di Asahan
Dampak dari tabrakan keras itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga membuat lokomotif CC 201 77 08 mengalami kerusakan fisik pada bagian kaca samping kanan yang pecah hingga menghambat jadwal perjalanan. Di sisi lain, kondisi truk yang ditabrak tampak hancur lebur pada bagian depannya akibat hantaman kereta.
Upaya warga untuk mencegah kecelakaan sebenarnya sudah dilakukan sebelum tabrakan terjadi, sebagaimana diceritakan oleh Rial, salah satu saksi mata di lokasi.
“Truk itu terlihat berhenti, ragu-ragu di perlintasan. Kami sudah berteriak memberi tahu ada kereta api datang, tapi jaraknya sudah terlalu dekat, dia tertabrak,” kata Rial saat memberikan kesaksian mengenai detik-detik kejadian.
Rial bersama warga lainnya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas minimnya sarana pengamanan di area perlintasan tersebut. Padahal, jalan itu merupakan jalur vital yang setiap harinya ramai dilewati kendaraan dari empat desa di wilayah kecamatan itu.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memasang palang pintu atau penjaga perlintasan. Sudah sering kecelakaan di sini,” pungkasnya penuh harap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*/mst)


