Medan, SeputarSumut — Di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi nasional pada tahun 2026, para pelaku usaha di sektor distribusi dan retail dituntut untuk lebih jeli dalam mengamankan arus kas. Menjawab tantangan tersebut, SimpliDOTS bersama Accurate menggelar forum diskusi bertajuk NGOPDAR di Le Cafe, Lepolonia Hotel Medan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber lintas sektor, yaitu Ade Sasmo selaku National Sales Manager SimpliDOTS, Mukhriza sebagai Sr. Business Acquisition Executive Accurate, serta Praktisi Keuangan, Yosua Limsar, CFE, BKP. Di hadapan puluhan pemilik bisnis dan manajer operasional Sumatra Utara yang hadir, forum ini membedah strategi mitigasi risiko terhadap penyusutan margin serta kebocoran biaya operasional di lapangan.
Pentingnya Arus Kas dan Integrasi Sistem Operasional
“Dalam situasi bisnis yang tidak pasti, cash flow adalah hal pertama yang paling rentan terganggu,” jelas Ade Sasmo selaku National Sales Manager SimpliDOTS. “Kita semua sepakat dengan prinsip bahwa cash is king. Cash adalah nyawa bagi keberlangsungan operasional harian perusahaan, baik skala kecil maupun besar. Oleh karena itu, sudah lumrah bagi setiap perusahaan dengan berbagai upaya memastikan agar cash flow-nya tetap aman dan lancar.”
Lebih lanjut, Ade menegaskan pentingnya keterlibatan teknologi digital untuk mengawal efisiensi di lapangan. Menurutnya, pemilik bisnis, manajemen hingga tim operasional saat ini tidak boleh buta teknologi.
“Melalui adopsi teknologi dari SimpliDOTS yang menyokong produktivitas operasional, kita memastikan efisiensi berjalan nyata di lapangan,” pungkas Ade. Ditambah dengan integrasi Accurate, pebisnis kini mendapatkan sinkronisasi data operasional dan keuangan secara real-time. Benefitnya jelas: memangkas proses manual, mencegah kebocoran data, dan mengamankan cash flow secara berkelanjutan.
Melalui inisiatif kegiatan NGOPDAR ini, SimpliDOTS bersama Accurate berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha di Kota Medan dan sekitarnya dalam mempercepat transformasi digital ekosistem bisnis mereka. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mendorong efisiensi proses operasional demi pertumbuhan bisnis daerah yang sehat, kokoh, dan berkelanjutan di masa depan.(Siong)

