Jakarta, SeputarSumut — Keberadaan teh Da Hong Pao asal Tiongkok memegang rekor sebagai teh termahal di dunia lantaran dibanderol seharga Rp16,7 miliar per kilogram (kg). Apabila dikalkulasikan ke dalam satuan yang lebih kecil, angka tersebut setara dengan Rp16,7 juta per gram, sebuah nilai yang bahkan jauh melampaui harga 6 gram emas saat ini yang berada di kisaran Rp2,6 juta per gram.
Varietas teh oolong legendaris ini tidak sekadar terkenal karena kenikmatan rasanya. Faktor kelangkaan serta perjalanan sejarahnya yang panjang menjadikan teh Da Hong Pao bertransformasi sebagai salah satu harta karun terbesar di dalam industri teh global. Namun, saat ini pemerintah Tiongkok telah memberlakukan larangan pemanenan teh Da Hong Pao asli untuk tujuan komersial, sehingga produk yang beredar di pasaran saat ini dipastikan bukan berasal dari tanaman aslinya.
Pernik Ragam: Teh Termahal di Dunia Da Hong Pao Dijual Rp16,7 Miliar Per Kilogram
Mengutip NDTV, Da Hong Pao merupakan jenis teh oolong yang dibudidayakan di kawasan Pegunungan Wuyi, Fujian, Tiongkok. Lanskap pegunungan berbatu yang terjal tersebut telah lama masyhur sebagai penghasil beberapa varian teh kualitas terbaik di dunia.
Karakteristik teh oolong berbeda dengan teh hijau ataupun teh hitam, melainkan berada di perpaduan keduanya. Varian oolong mengombinasikan nuansa kesegaran teh hijau sekaligus kekayaan cita rasa dari teh hitam.
Sajian secangkir teh oolong umumnya menyuguhkan aroma bunga yang kompleks, sensasi sangrai, aroma buah-buahan, hingga sedikit sentuhan berasap. Pada setiap tegukannya biasa diakhiri dengan jejak rasa manis alami.
Meskipun terdapat banyak produk teh oolong yang diperjualbelikan di pasaran, seluruh produk tersebut memiliki perbedaan mendasar dengan Da Hong Pao. Pasalnya, Da Hong Pao asli hanya dapat diproduksi dari enam pohon yang tumbuh tersembunyi di celah tebing-tebing Pegunungan Wuyi, yang secara khusus dijuluki sebagai ‘Pohon Induk’.
Deretan tanaman kuno tersebut diperkirakan telah berumur ratusan tahun dan ditempatkan sebagai aset warisan nasional Tiongkok yang nilainya tak terhingga. Karena sumber produksinya cuma terbatas pada enam pohon, volume teh yang dihasilkan menjadi sangat sedikit hingga melambungkan harganya ke tingkat yang sangat fantastis.
Mengutip BBC, catatan lelang teh paling fenomenal memperlihatkan bahwa 20 gram Da Hong Pao pernah meledak hingga terjual seharga Rp549,7 juta. Angka ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan nilai 20 gram emas yang saat ini berada di kisaran Rp52,7 juta.
Faktor kelangkaan yang ekstrem tersebut akhirnya mendorong Pemerintah Tiongkok untuk melarang total aktivitas produksi komersial teh Da Hong Pao dari Pohon Induk yang asli. Tanaman-tanaman kuno ini sekarang dilindungi serta dilestarikan sebagai bagian dari warisan kebudayaan Tiongkok, sehingga tidak ada lagi pihak yang diizinkan memetik daunnya.
Otoritas pemerintah bahkan mendaftarkan polis asuransi khusus untuk pohon-pohon kuno tersebut mengingat besarnya nilai sejarah dan budaya yang dikandungnya. Adapun hasil panen pemungutan terakhir dari Pohon Induk tersebut kini disimpan rapat di dalam Museum Istana Beijing.
Sediaan produk teh Da Hong Pao yang dapat ditemui di pasaran saat ini merupakan hasil olahan dari tanaman keturunan (klon) yang dibudidayakan dari Pohon Induk aslinya.
Secara konvensional, proses penyeduhan teh ini dilakukan di dalam teko tanah liat memakai air mendidih pada suhu 95-100 derajat Celcius. Berbeda dengan teh celup yang langsung dibuang sesudah pemakaian, helai daun Da Hong Pao dapat diseduh berulang kali, di mana para penikmatnya meyakini bahwa seduhan ketiga serta keempat justru memancarkan kenikmatan rasa yang paling kaya.
Berhubung Pohon Induk aslinya kini berada dalam perlindungan negara secara permanen, keberadaan produk teh Da Hong Pao yang benar-benar autentik menjadi hampir mustahil untuk dijangkau kembali.(*/cnni)

