Jakarta, SeputarSumut — Perubahan tekstur cairan semen yang menjadi lebih cair dari biasanya sering memicu kekhawatiran pada pria, meski tidak selalu mengindikasikan masalah kesehatan serius. Kondisi ini dapat dipicu oleh beragam hal, mulai dari kebiasaan harian hingga gangguan medis tertentu. Pada kondisi umum, cairan semen memiliki konsistensi kental serta warna putih keabu-abuan. Sifat encer ini kerap kali cuma berlangsung kurun waktu singkat dan dapat pulih dengan sendirinya, namun evaluasi medis sangat disarankan apabila kondisi berlangsung berkepanjangan atau dibarengi keluhan lain.
Dikutip dari Medical News Today, terdapat beberapa faktor yang memicu sperma menjadi encer beserta gejala yang menyertainya.
Pernik Ragam: Penyebab Sperma Encer pada Pria Beserta Tanda-Tandanya
Oligospermia atau jumlah sperma yang berada di bawah kadar normal menjadi salah satu pemicu utama. World Health Organization (WHO) mendefinisikan kondisi ini terjadi saat konsentrasi sperma berada di bawah angka 15 juta per mililiter cairan semen. Meskipun sanggup menekan probabilitas terjadinya kehamilan, oligospermia tidak serta-merta menandakan seseorang mandul secara total. Masalah ini bisa dipicu oleh ketidakseimbangan hormon, paparan senyawa kimia berbahaya, infeksi, kegemukan, gaya hidup merokok, konsumsi alkohol secara berlebihan, hingga efek samping obat.
Kondisi pembengkakan pembuluh darah di area skrotum atau dikenal sebagai varikokel juga dapat memicu masalah serupa. Gangguan ini berpotensi merusak proses pembentukan sperma dan memperburuk mutu cairan mani pada sejumlah pria. Meskipun tidak seluruh penderitanya mengalami masalah kesuburan, varikokel tergolong sering terdeteksi saat tes fertilitas. Pembengkakan ini sanggup timbul pada salah satu maupun kedua sisi buah zakar, dan kerap kali tidak menunjukkan gejala awal.
Intensitas ejakulasi yang terlalu tinggi turut menjadi penyebab cairan semen terlihat lebih cair. Tubuh memerlukan selang waktu khusus untuk memproduksi kembali sperma serta cairan mani dalam kapasitas terbaiknya. Aktivitas seksual atau masturbasi yang dilakukan berulang kali dalam kurun waktu satu hari berisiko menurunkan volume dan kepadatan sperma secara sementara. Konsistensi akan kembali normal jika diberikan jeda waktu selama beberapa hari.
Penyebab berikutnya adalah ejakulasi retrograd, yaitu fenomena masuknya cairan mani ke dalam kandung kemih bukannya keluar melewati penis sewaktu ejakulasi terjadi. Masalah yang bermula dari gangguan fungsi otot katup kandung kemih ini membuat volume air mani yang terpancar menjadi sangat sedikit serta terkesan lebih encer dari wajarnya.
Faktor asupan nutrisi seperti defisiensi zinc juga memegang peranan penting. Zinc merupakan zat gizi esensial yang bertugas menjaga mekanisme reproduksi pria, pembuatan DNA, kekebalan tubuh, hingga proses pembentukan sperma. Asupan zinc yang tidak memadai berpotensi menurunkan Mutu cairan mani dan membuatnya terkesan encer. Pemenuhan zat ini dapat diperoleh melalui konsumsi tiram, daging sapi, daging ayam, boga bahari, produk olahan susu, aneka jenis kacang-kacangan, biji-bijian, serta polong-polongan.
Adapun indikasi yang menandakan sperma berada dalam kondisi encer antara lain:
Cairan mani terlihat lebih cair dan hilang kekentalannya sehabis ejakulasi.
Warna sperma tampak bening atau jernih transparan.
Jumlah volume air mani yang terpancar lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Konsistensi sperma berubah mencair dalam waktu sangat singkat setelah keluar.
Perubahan tekstur ini muncul berulang kali dalam jangka waktu yang panjang.
Mengalami kendala untuk mendapatkan keturunan walaupun rutin melakukan hubungan suami istri tanpa alat kontrasepsi.
Kondisi sperma yang encer pada dasarnya tidak tergolong berbahaya dan umumnya hanya berlangsung tidak lama. Namun, konsultasi ke dokter sangat diperlukan jika perubahan tekstur terjadi secara berlanjut demi mendapat penanganan yang tepat dan menjaga fungsi sistem reproduksi.(*/cnni)

