Jakarta, SeputarSumut — Antusiasme luar biasa dari para pencinta sinema horor tanah air berhasil membawa film ‘Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa’ melampaui angka satu juta penonton sejak pertama kali naik layar. Pencapaian fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa warisan sang “Ratu Horor” Indonesia tetap memiliki daya tarik magis yang tak lekang oleh waktu di hati masyarakat.
Karya terbaru dari Soraya Intercine Films ini tercatat sebagai salah satu rilisan momen Lebaran 2026 yang sukses menggaet massa dalam jumlah besar. Keberhasilan tersebut secara otomatis memperpanjang daftar kesuksesan waralaba Suzzanna versi modern dalam meraih status blockbuster di industri film nasional.
Kilas Hiburan: Tembus 1 Juta Penonton, Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Kokohkan Dominasi Horor Indonesia
Proyek layar lebar ini juga menempati posisi spesial dalam perjalanan karier Luna Maya sebagai pemeran utama. Pasalnya, ini adalah kali pertama sang aktris membintangi film bertema Lebaran, sekaligus menjadi satu-satunya karya sinematik yang ia perankan sepanjang tahun ini.
Ungkapan syukur disampaikan oleh Luna Maya menanggapi perolehan jumlah penonton yang terus meroket tersebut. Baginya, angka satu juta adalah representasi dari besarnya rasa rindu para penggemar terhadap karakter ikonik Suzzanna yang kembali dihidupkan dengan sentuhan baru.
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh penonton Indonesia yang telah memberikan dukungan. Ini terasa sangat manis karena menjadi pengalaman film Lebaran pertamaku,” tutur Luna dalam siaran pers resminya yang dirilis pada Senin (30/3/2026).
Sunil Soraya selaku produser menegaskan bahwa produksi film ini sejatinya merupakan sebuah bentuk penghormatan mendalam bagi sang legenda. Karakter Suzzanna dinilai memiliki ikatan emosional dan sejarah yang sangat panjang bersama rumah produksi Soraya Intercine Films.
“Kami memandang film ini sebagai sebuah tribut. Soraya Intercine Films merasa sangat terhormat dapat memberikan persembahan terbaik bagi sosok Suzzanna melalui karya yang dikerjakan dengan sepenuh hati ini,” jelas Sunil.
Apresiasi senada juga datang dari sutradara Azhar Kinoi Lubis yang merasa bangga atas sambutan hangat publik terhadap visi penyutradaraannya. Ia berterima kasih kepada penonton yang telah menjadikan film ini sebagai pilihan utama tontonan horor dengan kualitas sinematik yang mumpuni.
Secara produksi, film ini lahir dari kolaborasi strategis antara Soraya Intercine Films, Legacy Pictures, dan Navvaros Entertainment. Kehadiran film ini di tengah suasana Idulfitri merupakan langkah terencana untuk membangkitkan kembali kekayaan intelektual (Intellectual Property) horor paling legendaris di Indonesia.
Bagi Anda yang belum sempat menyaksikan, ‘Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa’ sudah bisa dinikmati di bioskop sejak 18 Maret 2026. Hingga saat ini, teror santet sang legenda masih terus menghantui layar lebar di berbagai jaringan bioskop seluruh penjuru Indonesia.(*/rri)


