Medan, SeputarSumut — Upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap ketahanan pangan nasional terus dilakukan oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara melalui program edukasi bagi pelajar di Kota Medan, Selasa 21 April 2026. Inisiatif ini dirancang untuk membekali para siswa dengan pengetahuan mendalam mengenai proses pencapaian swasembada pangan yang menjadi pilar penting bagi stabilitas negara.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan rasa bangga di kalangan pelajar atas keberhasilan Indonesia dalam meraih kemandirian pangan, terutama pada komoditas beras. Dengan menyasar siswa dari SMP IKAL dan SMP Kartika Medan, Bulog berharap para remaja ini menyadari bahwa saat ini Indonesia telah mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam sektor pemenuhan kebutuhan pangan pokok.
Berita Ekonomi: Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional Perum Bulog Sumut Beri Edukasi Swasembada Pangan kepada Pelajar di Medan
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memotivasi para pelajar agar lebih tekun dalam menuntut ilmu. Harapannya, di masa depan mereka dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus mempertebal rasa nasionalisme. Melalui program ini, para siswa diajak melihat langsung bagaimana Bulog mengelola manajemen pangan nasional demi mendukung target kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah.
Selain pemahaman teknis, Budi Cahyanto menambahkan bahwa para pelajar juga diberikan wawasan mengenai urgensi menjaga stok pangan nasional. Hal ini berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta upaya pengendalian stabilitas harga di pasar. Beliau menegaskan agar generasi muda tidak perlu merasa cemas mengenai pasokan pangan, lantaran cadangan beras saat ini berada dalam kondisi yang sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan tersebut didukung oleh data dari Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Beliau mengungkapkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mengalami lonjakan signifikan sebesar 222 persen dalam periode dua tahun terakhir. Pada tahun 2023, stok tercatat sebesar 1,5 juta ton, dan angka tersebut melonjak drastis menjadi 4,9 juta ton pada pertengahan April 2026.
Peningkatan cadangan ini menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika global serta ancaman krisis pangan dunia. Penguatan ketahanan pangan nasional ini merupakan implementasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama masa kepemimpinannya.
Merespons kegiatan tersebut, Kepala SMP IKAL Lasimin menyatakan apresiasi yang mendalam atas program edukasi yang diinisiasi oleh Bulog. Menurutnya, pengetahuan yang dibagikan sangat berharga bagi perkembangan intelektual para siswa karena mereka dapat mempelajari alur distribusi beras secara komprehensif. Dengan memahami perjalanan beras dari tangan petani hingga tersimpan di gudang Bulog, para siswa mendapatkan perspektif baru yang lebih luas mengenai ekosistem pangan di tanah air.(Siong)


