seputar – Medan | Seorang nasabah Bank Sumut di Sergai atas nama Sugiono melaporkan kehilangan saldo sebesar Rp 61 juta pada 3 Oktober 2024, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kejadian ini mengejutkan karena Sugiono mengaku tidak melakukan transaksi, memberikan kode OTP, atau mengklik tautan mencurigakan. Saldo di rekeningnya hilang secara tiba-tiba.
Info Medan: Uang Nasabah Bank Sumut Tiba-tiba Hilang Puluhan Juta, Kok Bisa?
Pimpinan Humas Bank Sumut, Andi Kurnia, menyatakan bahwa pihak bank langsung melakukan investigasi internal menyusul laporan pengaduan dari nasabah tersebut.
“Sebagai bentuk perlindungan kepada nasabah, kami telah melakukan investigasi dan tidak menemukan pelanggaran sistem keamanan di pihak Bank Sumut. Namun, ada indikasi bahwa nasabah berpotensi menjadi korban penipuan phishing,” ujar Andi, Rabu (16/10/2024).
Ia menjelaskan bahwa modus penipuan phishing sering kali dilakukan melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan instansi resmi.
“Penipu biasanya mengirim pesan dengan konten yang menggiring nasabah untuk mengikuti instruksi tertentu. Modus ini termasuk mengklik tautan atau merespons pesan, yang kemudian digunakan oleh penipu untuk mencuri informasi sensitif,” jelasnya.
Dalam pernyataan resminya, Bank Sumut menekankan pentingnya kehati-hatian nasabah dalam menghadapi modus penipuan yang terus berkembang.
“Kami mengimbau kepada seluruh nasabah untuk tidak membagikan PIN, kode OTP, atau informasi pribadi lainnya kepada siapapun. Bank Sumut tidak pernah meminta informasi rahasia seperti username, password, atau kode OTP melalui telepon atau pesan,” tambahnya.
Bank Sumut juga mendukung nasabah yang menjadi korban penipuan untuk membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. “Kami sangat concern untuk kepentingan nasabah. Nasabah juga telah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian, kita hormati prosesnya,” ujar Andi.
Selain itu, Bank Sumut terus berupaya meningkatkan keamanan layanan perbankan digital dan rutin mengedukasi masyarakat melalui media sosial mengenai cara menjaga keamanan transaksi.
“Kami sangat peduli terhadap keamanan nasabah dan terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan berbagai modus penipuan yang marak terjadi,” ujarnya.
Bank Sumut juga menegaskan bahwa tanggung jawab penuh tetap berada di pihak nasabah dalam menjaga perangkat komunikasi mereka, termasuk tidak membagikan data pribadi atau merespons pesan mencurigakan.
“Dalam kasus ini, tidak ada korelasi dengan kelemahan sistem keamanan Bank Sumut. Penipuan dilakukan melalui akses perangkat nasabah, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemiliknya dan bank tidak bisa memonitor aktifitas nasabah dengan device miliknya. Jadi atas kasus ini tidak bisa dikaitkan bahwa ada kelemahan sisi keamanan bank,” tutup Andi.
“Sama seperti misal ATM milik kita ada di tangan orang lain (sesuai fungsinya ATM bersifat pribadi tidak bisa dipindahtangankan baik kepada keluarga, teman atau siapapun), jika terjadi kehilangan uang di rekening nasabah tersebut, apakah ini merupakan kelemahan bank atau kelalaian nasabah?” tandasnya.
Nasabah yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar terkait rekening mereka diimbau segera melaporkan hal tersebut ke Bank Sumut melalui saluran resmi, baik melalui cabang terdekat maupun call center Bank Sumut di 14002. (gosumut)


