Pakpak Bharat, SeputarSumut — Operasi pencarian terhadap Robet Sinamo seorang warga Dusun Kuta Tao Desa Aornakan II Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut berusia 50 tahun yang dilaporkan hilang di aliran sungai Lae Ordi masih terus dilakukan oleh tim gabungan BPBD Pakpak Bharat bersama Basarnas Provinsi Sumatera Utara hingga hari ketujuh.
Kronologi kejadian bermula pada Kamis 26/3/2026 sekitar pukul 13.00 WIB saat korban berpamitan meninggalkan rumah menuju arah sungai Lae Ordi namun tidak kunjung kembali hingga menjelang petang. Pihak keluarga yang merasa cemas segera melaporkan hal tersebut kepada Pemerintah Desa yang kemudian langsung menginisiasi upaya pencarian awal ke area sungai tersebut.
Kabar Daerah: Update Operasi Pencarian Warga Hilang di Sungai Lae Ordi Pakpak Bharat Memasuki Hari Ketujuh
Titik terang mulai muncul saat ditemukan bekas atau jejak kaki yang mengindikasikan adanya seseorang tergelincir ke arah aliran sungai Lae Ordi selama proses pencarian di lokasi. Menindaklanjuti laporan warga tim BPBD Pakpak Bharat bersama personel gabungan Basarnas Sumut TNI dan Polri segera melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai hingga mencapai titik air terjun Sampuren Lae Une.
Kepala BPBD Kabupaten Pakpak Bharat Augusman Padang menyampaikan bahwa meskipun tim gabungan telah bekerja keras selama satu minggu penuh keberadaan korban belum juga berhasil ditemukan. Ia mengonfirmasi bahwa memasuki hari ketujuh ini belum ada tanda tanda signifikan mengenai posisi Robet Sinamo di lapangan.
Berbagai strategi telah diterapkan oleh tim di lapangan termasuk menyisir aliran sungai hingga Sampuren Lae Une serta memasang kawat duri di bagian tengah sungai untuk mengantisipasi korban tersangkut. Seluruh area potensial telah dipantau secara mendalam oleh petugas gabungan guna memastikan tidak ada titik yang terlewatkan.
Augusman Padang menambahkan bahwa upaya pencarian sebenarnya sudah dilakukan secara maksimal dengan bantuan tim Basarnas dari Medan yang turut menerjunkan satu unit drone untuk memantau area sulit namun hasilnya masih nihil. Penggunaan teknologi pemantauan udara tersebut diharapkan dapat membantu menjangkau medan yang tidak bisa dilalui oleh personel darat.
Sesuai dengan prosedur operasional standar atau SOP pencarian orang hilang sedianya akan dihentikan pada Rabu sore 1/4/2026 jika korban tetap tidak ditemukan namun terdapat permintaan khusus dari pihak keluarga. Atas permohonan keluarga durasi pencarian disepakati berlanjut hingga Kamis 2/4/2026 dan apabila Robet Sinamo tetap tidak diketemukan maka pihak keluarga akan menutup rangkaian upaya tersebut dengan melakukan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian.(*/mst)


