Asahan, SeputarSumut — Operasi SAR gabungan di aliran Sungai Silau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya satu dari dua remaja yang dilaporkan hilang terseret arus. Korban yang berhasil diidentifikasi bernama Bram Pasaribu (14), sementara rekan korban hingga saat ini masih dalam proses pencarian intensif oleh petugas.
Zulfahri Harahap, selaku Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Asahan, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) sore. “Upaya penyisiran dilakukan mulai dari titik awal insiden hingga mencapai radius sekitar 4 kilometer ke arah hilir, yang kemudian membuahkan hasil dengan ditemukannya jenazah Bram Pasaribu pada pukul 16.15 WIB,” jelasnya.
Kabar Daerah: Update Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Silau: Satu Remaja Ditemukan Meninggal Dunia
Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam posisi terapung di aliran sungai, berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi pertama kali ia dinyatakan hilang. Insiden memilukan ini sendiri bermula pada Kamis (26/3/2026) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, saat kedua remaja tersebut sedang beraktivitas di area sungai.
Kedua korban, yakni Bram dan rekannya Prabu Batara Dewi Pangga Siregar (13), diduga kuat tidak mampu melawan derasnya arus sungai saat berada di wilayah Kecamatan Kisaran Timur. Sejak saat itu, tim pencari terus berupaya menyisir setiap sudut sungai untuk menemukan keberadaan mereka.
“Hingga detik ini, fokus tim di lapangan adalah untuk menemukan keberadaan satu korban lainnya yang masih hilang,” tambah Zulfahri.
Begitu berhasil dievakuasi dari permukaan air, jenazah Bram langsung diserahkan kepada pihak keluarga guna proses persemayaman dan pemakaman. Di sisi lain, personel SAR gabungan tidak menghentikan operasi dan langsung melanjutkan pencarian terhadap Prabu yang keberadaannya masih menjadi teka-teki.
Dalam menjalankan misi penyelamatan ini, tim menggunakan perahu karet dan perlengkapan teknis penyelamatan air untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Silau. Luas area pencarian pun terus ditambah secara bertahap dengan harapan korban kedua dapat segera ditemukan.
Pihak BPBD menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan seluruh kekuatan operasional hingga misi SAR ini tuntas sepenuhnya. Selain itu, otoritas setempat mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di bantaran sungai, khususnya dalam memantau kegiatan anak-anak demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*/mst)


