Selasa, Juli 7, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Medan

Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan Luncurkan Harmony Cards

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 2 November 2024
Foto: Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan (YCIST) meluncurkan Harmony Cards: A Journey for Peace, Sabtu (2/11/2024).(Istimewa)

Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan (YCIST) meluncurkan Harmony Cards: A Journey for Peace, Sabtu (2/11/2024).(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan – Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan (YCIST) meluncurkan Harmony Cards: A Journey for Peace, Sabtu (2/11/2024).

Head Coordinator YCIST, Davin Harjatanaya, M.Eng, menjelaskan, harmony cards merupakan sebuah permainan yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan harmoni di tengah perbedaan etnis, agama dan gender.

Info Medan: Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan Luncurkan Harmony Cards

Iklan Indako SeputarSumut

“Harmony cards yang merupakan bagian dari proyek peacebuilding yang didanai oleh Indika Foundation ini dikembangkan untuk mendorong dialog inklusif dan pemahaman lintas identitas,” ujar Davin dalam sambutannya di acara yang berlangsung di Auditorium Bung Karno.

Davin bercerita, permainan harmoni cards ini sedikit banyak dilatarbelakangi pengalaman temannya yang mendapat kesempatan kuliah di Inggris.

Padahal sebelumnya, sang teman yang berasal dari Pulau Jawa dan beragama Islam ini belum pernah sekalipun meninggalkan Pulau Jawa.

Berita Terkait

Tujuh Wakil Sumatera Utara Ikuti Safety Riding Camp 2026 di Bekasi untuk Lahirkan Duta Keselamatan Berkendara Nasional

Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Beasiswa TELADAN Cohort 2027 untuk Cetak Pemimpin Masa Depan dan Atasi Tantangan Kesiapan Kerja Lulusan Perguruan Tinggi

Alhasil, kata Davin, teman baiknya itu merasakan jadi kalangan minoritas dari berbagai aspek. Mulai dari suku, agama hingga dari cara berbicara yang harus lebih hati-hati.

“Jadi permainan ini sudah disetting mekanismenya, untuk memberikan ruang bagi peserta untuk menjadi orang-orang yang memiliki konflik-konflik identitas, supaya peserta dapat mengembangkan empati dan bisa memahami keberagaman dan menyadari bahwa identitas gampang sekali berubah tergantung di mana kita berada,” katanya.

Sementara itu, William Cahyawan dari Indika Foundation, mengatakan, Indika Foundation didirikan tahun 2017 atas dasar keinginan untuk terlibat dalam upaya meresolusi konflik identitas yang terjadi di Jakarta saat Pilkada Gubernur. Dan konflik identitas yang juga terjadi di daerah lain di Indonesia.

Tetapi keterbatasan sumber daya dan konteks yang juga terbatas tentang ke-Indonesia-an memunculkan keyakinan bahwa kolaborasi adalah sebuah hal yang vital untuk bisa rajut Indonesia yang lebih baik lagi.

“Makanya kami punya program Indika Foundation Impact Grant yang sudah mendampingi lebih dari 400 organisasi di 28 provinsi dan telah memberikan dukungan pendanaan kepada lebih dari 100 organisasi, termasuk YPSIM dan YCIST,” ucap William.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka Tracey Harjatanaya, yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi panel dengan tema “Merawat Keberagaman Indonesia melalui Pendidikan Dialogis” menyebutkan, pendidikan dialogis dalam konteks keberagaman menjadi kunci.

“Dalam menjalankan pendidikan dialogis adalah ketika yang melakukan pendidikan itu sifatnya hanya fasilitator, memfasilitasi dialog. Dan yang terlibat dalam dialog itu sifatnya adalah mau mendengar, siap mendengar, siap merespon. Dan di sana kita juga belajar yang namanya menghargai perbedaan, memberikan pendapat,” kata Tracey.

Selain menghadirkan Tracey, diskusi panel yang dimoderatori Silvana Zhang ini juga menghadirkan Yudhistira Nugraha dari Pusdatin dan juga William Cahyawan dari Indika Foundation sebagai pembicara.(Siong)

Tags: Sofyan Tan
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Tujuh Wakil Sumatera Utara Ikuti Safety Riding Camp 2026 di Bekasi untuk Lahirkan Duta Keselamatan Berkendara Nasional
  • Kecelakaan di Jalan Arteri Bandara Kualanamu Mobil Brio Tabrak Betor Bermuatan Delapan Orang
  • Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Beasiswa TELADAN Cohort 2027 untuk Cetak Pemimpin Masa Depan dan Atasi Tantangan Kesiapan Kerja Lulusan Perguruan Tinggi
  • OJK Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Perbankan BPR DCN Malang ke Jaksa Penuntut Umum
  • Banjir Parah Akibat Badai Besar Melanda Tiongkok, Presiden Xi Jinping Instruksikan Penanganan Darurat
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com