Jakarta, SeputarSumut – Data terbaru hingga Senin (12/1) yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan angka kematian akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat telah menyentuh 1.189 jiwa.
Mengenai rincian korban tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan di Jakarta pada Rabu bahwa sebanyak 550 korban berasal dari Aceh, 375 dari Sumatera Utara, dan 231 dari Sumatera Barat, sedangkan 33 jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi.
Lintas Nasional: 1.189 Jiwa Meninggal Akibat Banjir dan Longsor
Dampak bencana ini tidak hanya menelan korban jiwa, karena BNPB juga melaporkan adanya 141 orang yang hilang dan 195.542 warga yang kini berada di pengungsian, di mana Kabupaten Aceh Utara mencatatkan jumlah pengungsi terbanyak mencapai 67.876 jiwa.
Pemerintah saat ini tidak sekadar memperbarui data dampak selama masa darurat, tetapi juga sedang memperpanjang status tanggap darurat di enam kabupaten di Aceh sekaligus mempercepat proses transisi darurat menuju pemulihan di puluhan wilayah terdampak di tiga provinsi tersebut.
Dalam upaya pemulihan ini, BNPB memberikan prioritas utama pada perbaikan infrastruktur vital, terutama dengan rencana pembangunan 270 jembatan Bailey yang akan disebar di seluruh titik terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa sebanyak 20 unit jembatan Bailey telah berhasil terpasang sepenuhnya, sementara 10 unit jembatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan pemasangan menurut keterangan Abdul Muhari.
Langkah percepatan akses juga dilakukan di Aceh dengan pengiriman 117 unit jembatan Aramco guna membuka kembali wilayah-wilayah yang terisolasi, termasuk Jembatan Bailey Jamur Ujung di jalur Bireuen-Takengon yang saat ini sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.
Sementara itu, proses perakitan Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah dilaporkan sudah menyentuh angka 80 persen, yang pengerjaannya dilakukan beriringan dengan normalisasi sungai serta pembersihan fasilitas umum oleh tim gabungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.(*/cnni)


