Jakarta, SeputarSumut — Sebanyak 1.505 warga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terdampak banjir yang melanda tiga kecamatan sejak Kamis (12/2).
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir dalam durasi cukup lama menjadi pemicu utama bencana ini.
Lintas Nasional: 1.505 Warga Kabupaten Cirebon Terdampak Banjir
Debit Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisangarung dilaporkan meningkat hingga meluap ke permukiman warga akibat curah hujan yang ekstrem, menurut keterangan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko.
“Tiga kecamatan yang mengalami peristiwa banjir pada Kamis (12/2) kemarin adalah Pasaleman, Ciledug, dan Losari,” jelasnya di Cirebon, Jumat (13/2).
Ketinggian air yang merendam lokasi terdampak cukup bervariasi, mulai dari 20 hingga mencapai 150 sentimeter. Adapun titik genangan tertinggi dilaporkan terjadi di wilayah Desa Ciledug Wetan.
Jumlah warga yang terdampak berdasarkan hasil pendataan tim lapangan mencapai 1.505 jiwa atau sekitar 485 kepala keluarga. Saat debit air terus meningkat, sebanyak 150 jiwa di antaranya sempat melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman.
“Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban meninggal dunia dalam musibah tersebut,” tambahnya.
Banjir ini tidak hanya berdampak pada penduduk, tetapi juga merendam sedikitnya 388 rumah warga yang tersebar di tiga desa. Sejumlah kerusakan infrastruktur pun mulai tercatat, termasuk satu titik tembok penahan tanah yang mengalami rusak ringan karena tergerus derasnya arus.
Akses serta aktivitas warga sempat terhambat akibat adanya satu jembatan dan satu ruas jalan yang turut terendam luapan air sungai.
Meskipun genangan di beberapa lokasi kini mulai berangsur surut, Hadi Eko tetap mengimbau masyarakat agar selalu siaga menghadapi potensi banjir susulan.
“Langkah evakuasi, kaji cepat, hingga proses penyedotan air di area banjir telah dilakukan oleh petugas BPBD bersama unsur kecamatan, aparat, serta para relawan,” pungkas Hadi Eko.(*/cnni)


