Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

10.000 Dokter di Korea Selatan Resign Massal, Ini Pemicunya

Oleh Redaksi 15
Jumat, 1 Maret 2024
Foto: Resign Massal

Demo ribuan dokter di Korsel.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Hampir 10.000 dokter muda atau sekitar 80% dokter residen di Korea Selatan menyerahkan pemberitahuan pengunduran diri dan meninggalkan pekerjaan mereka pekan lalu.

Hal itu mereka lakukan untuk memprotes rencana pemerintah yang ingin meningkatkan penerimaan sekolah kedokteran secara drastis guna mengatasi kekurangan tenaga kerja di tengah masyarakat yang semakin menua.

Dunia Internasional: 10.000 Dokter di Korea Selatan Resign Massal, Ini Pemicunya

Iklan Indako SeputarSumut

Korea Selatan memang merupakan salah satu negara dengan rasio dokter-pasien terendah di antara negara-negara maju, dan pemerintahnya saat ini berusaha keras untuk menerima 2.000 mahasiswa/i lagi di sekolah kedokteran setiap tahunnya mulai tahun depan.

Menurut para dokter, rencana pemerintah tersebut akan merusak kualitas layanan kesehatan di Korea Selatan.

Sementara, para pendukung rencana tersebut mengatakan para dokter sangat khawatir bahwa reformasi tersebut dapat mengikis gaji dan status sosial mereka.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Aksi pengunduran diri massal oleh para dokter muda di Korea Selatan ini telah membuat banyak operasi, kemoterapi, dan operasi Caesar batal dan tertunda, membuat pemerintah terpaksa meningkatkan status waspada kesehatan masyarakat ke level tertinggi.

Ancaman penangkapan dan pembekuan izin praktik
Berdasarkan Undang-undang di Korea Selatan, dokter dilarang melakukan aksi mogok kerja, dan pemerintah telah mengancam akan melakukan penangkapan dan penangguhan izin praktik bagi para dokter yang menolak kembali bekerja hingga batas akhir pada Kamis (29/02).

“Jika para dokter muda kembali bekerja hari ini, kami tidak akan meminta pertanggungjawaban mereka,” kata Menteri Kesehatan Korea Selatan Cho Kyoo-hong, dalam wawancara dengan radio lokal SBS pada Kamis (29/02) pagi waktu setempat.

Menurut Cho, beberapa dokter residen yang mengikuti aksi mogok kerja itu telah kembali bekerja di rumah sakit mereka masing-masing. Namun, ia mengakui bahwa para dokter yang kembali bekerja “belum terwujud dalam skala penuh.”

“Karena hari ini adalah batas terakhir bagi para dokter untuk kembali bekerja, saya memohon kepada mereka kembali lah untuk para pasien,” kata Cho.

Sebelumnya pada Selasa (27/02), Kementerian Kesehatan Korea Selatan telah meminta agar polisi meluncurkan penyelidikan terhadap orang-orang yang terkait dengan aksi mogok kerja tersebut, termasuk lima orang yang terkait dengan Asosiasi Medis Korea (KMA).

Didukung mayoritas masyarakat Korea Selatan
Cho mengatakan pemerintah Korea Selatan tetap berkomitmen terhadap rencana reformasinya di bidang kesehatan, di mana penerimaan sekolah kedokteran akan ditingkatkan sebesar 65%, dengan alasan kelangkaan tenaga medis profesional dan krisis demografi.

“Jika kita mengurangi cakupan (peningkatan penerimaan dokter) … hal ini akan menunda penyediaan tenaga medis yang dibutuhkan,” ujarnya.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa 75% masyarakat Korea Selatan mendukung rencana reformasi tersebut. Presiden Yoon Suk Yeol, yang telah mengambil tindakan keras terhadap para dokter yang melakukan mogok kerja, mendapatkan peningkatan terhadap angka persetujuan terhadap dirinya menjelang pemilihan legislatif pada April mendatang. (detikcom)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com