Langkat, SeputarSumut – Data terbaru mengenai dampak bencana alam menunjukkan skala kerusakan yang luas di Kabupaten Langkat. Berdasarkan catatan Posko Terpadu Penanggulangan Banjir per tanggal 30 November 2025, kerugian dialami oleh 122.527 Kepala Keluarga (KK). Selain kerugian material, musibah banjir ini juga mengakibatkan korban jiwa, dengan total 11 orang warga dinyatakan meninggal dunia.
Banjir telah melanda sebagian besar wilayah Langkat, menyentuh 16 dari total 23 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Detail korban meninggal dunia disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Langkat, Wahyudiarto, pada Selasa (2/12/2025). “Rincian 11 warga yang meninggal adalah lima orang warga Kecamatan Babalan dan enam orang warga Besitang,” tutur Wahyu.
Kabar Daerah: 122 Ribu KK Terdampak Banjir Langkat, 11 Korban Jiwa Tercatat
Sementara itu, wilayah yang mencatatkan dampak terparah dapat dilihat dari jumlah KK yang terdampak. Kecamatan Tanjung Pura menempati posisi paling atas dengan jumlah warga terdampak sebanyak 18.629 KK.
Tiga kecamatan lainnya juga mencatat angka dampak yang sangat tinggi, menyusul di belakang Tanjung Pura. Kecamatan Stabat terdampak sebanyak 17.270 KK, kemudian Kecamatan Secanggang dengan 13.619 KK, dan Kecamatan Babalan dengan 13.523 KK.
Dari total keseluruhan warga yang terdampak, jumlah pengungsi terbanyak tercatat di Kecamatan Babalan, mencapai 7.105 orang. Kecamatan Gebang juga mencatat jumlah pengungsi yang signifikan, yakni sebanyak 4.520 orang.
Wahyu menambahkan bahwa data ini bersifat dinamis dan masih bisa mengalami perubahan. Hal ini disebabkan kondisi banjir yang dilaporkan masih terus melanda beberapa kecamatan di Langkat hingga saat ini.(*/mst)


