Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

2 WNI Dituduh Curi Data Jet Tempur Canggih Korsel

Oleh Redaksi 15
Jumat, 15 Maret 2024
Foto: Jet Tempur

Pesawat KFX/IFX-21 Foto: dok Dispenau

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputra-Seoul | Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebutkan bahwa ada dua warga negera Indonesia (WNI) yang berurusan dengan kasus pengembangan jet tempur canggih KFX/IFX-21 hasil kerja sama antara Korea Selatan dengan Indonesia.

“Benar bahwa saat ini ada 2 WNI (Warga Negara Indonesia) yang diverifikasi dalam kasus tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Muhammad Iqbal, Jumat (15/3/2024).

Dunia Internasional: 2 WNI Dituduh Curi Data Jet Tempur Canggih Korsel

Iklan Indako SeputarSumut

Iqbal mengatakan, saat ini kasus tersebut belum bisa dikaitkan dengan kasus pencurian data. Sebab, ia menegaskan, belum ada kesimpulan dari hasil verifikasi yang dilakukan terhadap 2 WNI tersebut.

“Belum ada hasil akhir atau kesimpulan dari verifikasi tersebut. Karena itu terlalu jauh untuk menyebut ini kasus pencurian data,” ujarnya.

Sementara terkait identitas 2 WNI itu, ia menuturkan hal itu tidak bisa diungkap untuk publik.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Hal itu dilakukan demi menjaga privasi. Ia menegaskan, saat ini pihaknya masih memberikan pendampingan terhadap dua WNI itu.

“KBRI Seoul terus memonitor dan mendampingi yang bersangkutan sejak munculnya kasus ini,” pungkasnya.

Dikutip dari Yonhap News Agency, kecurigaan pencurian data itu diungkap oleh Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan dan Komando Kontra Intelijen (DCC) Korea Selatan.

Dari kecurigaan itu, Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) pun bekerja sama untuk mencari atas data yang dicurigai telah dicuri tersebut.

Digerebek Polisi

Sementara itu Polisi Korea Selatan menggerebek kantor pusat Korea Aerospace Industries (KAI) (047810.KS), pada Jumat (15/3/2024) sehubungan dengan dua warga negara Indonesia (WNI) yang dituduh membocorkan teknologi terkait proyek jet tempur.

Kedua insinyur tersebut dituduh melanggar Undang-Undang Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan dan membocorkan teknologi terkait KF-21, jet tempur buatan Korea Selatan yang sebagian didukung oleh Indonesia.

Seorang pejabat di biro investigasi keamanan Kepolisian Provinsi Gyeongnam mengatakan kepada Reuters, penggerebekan dimulai pada Kamis (14/3/2024) dan berlanjut pada hari kedua Jumat (15/3/2024).

Dikutip Reuters, seorang juru bicara KAI mengatakan perusahaannya secara aktif bekerja sama untuk memastikan mereka dapat memberikan apa pun yang diperlukan bagi penyelidikan polisi untuk mengungkap kebenaran.

KF-21, yang dikembangkan oleh KAI, dirancang untuk menjadi alternatif yang lebih murah dan tidak terlalu siluman dibandingkan F-35 buatan AS, yang menjadi andalan Korea Selatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia pada bulan lalu mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah negara Asia Tenggara sedang mengumpulkan bukti mengenai tuduhan tersebut.

KF-21 adalah proyek strategis bagi kedua negara dan mereka akan mengatasi masalah apa pun yang timbul dari kerja sama ini semaksimal mungkin, kata juru bicara tersebut pada saat itu.

Korea Selatan dan Indonesia menyelesaikan perselisihan mengenai pendanaan untuk jet tempur gabungan tersebut pada tahun 2022 dan sejak itu berjanji untuk memperluas kerja sama pertahanan.

Ada kekhawatiran di Korea Selatan bahwa peraturannya tidak cukup kuat untuk menghalangi upaya menyalurkan teknologi dari perusahaan-perusahaan teknologi tinggi. Komisi Penghukuman, yang diawasi oleh Mahkamah Agung Korea, tahun lalu memutuskan untuk memperberat hukuman dan memperpanjang masa hukuman penjara karena membocorkan teknologi. (okezone/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com