Jakarta, SeputarSumut – Proses identifikasi terhadap 20 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah berhasil diselesaikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai perkembangan penanganan evakuasi di lokasi kejadian.
Pihak keluarga kini telah menerima jenazah yang sudah teridentifikasi tersebut untuk segera dimakamkan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB terkait prosedur penyerahan korban kepada ahli waris.
Lintas Nasional: 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi
Hingga Selasa (27/1), tim SAR gabungan dilaporkan masih terus berupaya melakukan proses identifikasi terhadap sisa kantong jenazah lainnya. “Berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan total 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dari jumlah tersebut masih terdapat 18 kantong jenazah yang hingga kini masih dalam proses identifikasi,” ungkap Abdul melalui keterangan resmi di Jakarta.
Guna mempercepat proses evakuasi, area pencarian kini diperluas dengan mengerahkan tambahan alat berat mulai pukul 08.00 WIB hari ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Abdul dan tim dalam memaksimalkan operasi pencarian dan pertolongan korban longsor yang masih tertimbun.
Sebanyak kurang lebih 800 personel dari berbagai unsur tim SAR gabungan saat ini telah diterjunkan ke lapangan. Mereka didukung oleh sembilan unit ekskavator yang difokuskan untuk menyisir material longsor di sektor A dan sektor B.
Kondisi warga yang mengungsi akibat dampak longsor juga menjadi perhatian utama BNPB saat ini. Berdasarkan catatan terbaru, terdapat sebanyak 685 jiwa yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu.
Data rincian menunjukkan bahwa para pengungsi tersebut terbagi di dua titik utama, yaitu 353 jiwa berada di gedung olahraga desa dan 332 jiwa lainnya menempati aula desa. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.
Penyaluran bantuan logistik pun terus dilakukan oleh BNPB guna menjamin kebutuhan dasar seluruh pengungsi terpenuhi. Berbagai bantuan yang telah disalurkan meliputi paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, matras, hingga paket alat kebersihan.
Komitmen untuk menuntaskan evakuasi ditegaskan kembali oleh BNPB yang berjanji akan bekerja maksimal di lokasi bencana. Upaya pencarian korban serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi akan terus berjalan hingga seluruh korban ditemukan dan kondisi wilayah dinyatakan benar-benar aman.(*/cnni)


