Jakarta, Seputar Sumut – Insiden kebakaran yang menimpa Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggalkan duka mendalam. Total korban yang tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencapai 76 orang, dengan rincian 22 orang meninggal dunia dan 54 orang berhasil selamat.
Keterangan mengenai jumlah korban ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, pada hari Selasa (9/12). Menurut Isnawa, rincian keseluruhan pegawai atau korban adalah 76 orang, terdiri dari 54 orang selamat dan 22 orang yang meninggal dunia.
Lintas Nasional: 22 Korban Jiwa Kebakaran Gedung Terra Drone Jakpus
Para korban yang selamat segera mendapatkan penanganan medis di lokasi kejadian. Penanganan tersebut dilakukan oleh tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Sementara itu, proses pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan terhadap 22 korban yang meninggal dunia di RS Polri Kramatjati. Jumlah korban meninggal dunia ini terdiri dari 15 orang perempuan dan 7 orang laki-laki.
Isnawa kembali menegaskan bahwa total korban meninggal dunia berjumlah 22 orang, dengan komposisi 7 laki-laki dan 15 perempuan.
Berikut adalah daftar nama korban meninggal dunia berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta:
Laki-laki (7 orang)
- Aril (L5)
- Apri (L5)
- Yoga (L5)
- Cendy (L3)
- Reyhan (L5)
- Mirza (L6)
- Saiful
Perempuan (15 orang)
- Ninda (L5)
- Pariyem (L5)
- Novia (L5)
- Nisa (L3)
- Jazel (L3)
- Risda (L3)
- Asyifa (L3)
- Della (L3)
- Siti (L3)
- Amelia (L2)
- Vina (L3)
- Candra (L3)
- Tasya (L3)
- Cynthia (L5)
- Rosdiana (L3)
Kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), terjadi pada Selasa (9/12) siang. Dugaan awal penyebab kebakaran ini adalah baterai yang berada di lantai 1 gedung.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan kepada wartawan bahwa kebakaran bermula sekitar pukul 12.30. Awalnya, baterai yang terbakar di lantai 1 sempat dipadamkan oleh karyawan. Namun, api dari baterai itu menyebar karena lantai 1 difungsikan sebagai salah satu gudang.
Pada saat kejadian, diketahui bahwa karyawan sedang dalam jam istirahat makan siang. Sebagian karyawan berada di luar gedung, sementara sebagian lainnya memilih untuk beristirahat di lantai dua hingga enam. Susatyo menambahkan bahwa ketika api membesar, asap tebal langsung menyebar hingga ke lantai enam.(*/cnni)


